5/24/15

Jawaban UAS Teknologi dan Media Pembelajaran




SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER
SEMESTER GANJIL
FAKULTAS AGAMA ISLAM

Nama                                  : Ahmad Fathullah
Mata Kuliah                        : Teknologi dan Media Pembelajaran PAI
Semester                            : VI (Enam)
Dosen                                 : Shokhibul Arifin, M.Pd.I
Petunjuk:


Soal :                                              
1.      Bagaimana anda menempatkan konsep dan aplikasi pembelajaran berbasis komputer di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah? Lakukan analisis kritis terhadap penerapan pembelajaran berbasis komputer model drill and practice, tutorial, simulasi, dan games di sekolah/madrasah.
JAWABAN NO. 1
Sebelum mengerjakan program drill and practice,siswa dianggap telah mempelajari materi pelajaran.Meskipun programnya sederhana,namun aspek-aspek umpan balik dan penilaian harus ada.Bentuk soal latihan dapat berupa pilihan ganda,mengisi,atau benar-salah,sedangkan kesempatan jawaban dapat dilakukan berulang kali bila salah.Adapun pengertian dari model-model pembelajaran CAI,diataranya:
A.    Program CAI Simulasi
Merupakan suatu presentasi atau model dari suatu kejadian nyata atau imajinasi dari suatu obyek, sistem atau beberapa kejadian. Program CAI simulasi masih mengandung elemen-elemen pokok dari sesuatu yang disimulasikan. Program CAI dengan model simulasi memungkinkan siswa memanipulasikan tanpa harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan. Siswa seolah-olah terlibat dan mengalami kejadian sesungguhnya dan umpan balik diberikan sebagai akibat dari keputusan yang diberikannya.
B.     Program CAI games instructional
Memiliki kelebihan yaitu mampu mendorong motivasi tinggi siswa. Terkadang ada mata pelajaran yang kurang menarik minat dan motivasi siswa, maka guru dapat menggunakan program CAI games instructional yang terintegrasi dan terseleksi secara baik. Program CAI instructional games dapat memberikan penguatan dalam mengajar keterampilan, konsep dan informasi. CAI permainan menawarkan kepada siswa kemungkinan-kemungkinan yang sangat menarik, tetapi hal itu harus terkait dengan tujuan utama dan yang terpenting dalam mengembangkan dan memberi penguatan yaitu menyaring beberapa aspek proses belajar. CAI permainan harus tetap menggunakan nilai-nilai pendidikan sebagai tujuan utamanya. Umumnya CAI model permainan terkait dengan bentuk kompetisi sebagai komponen motivasi.
C.     Program CAI problem solving
Menyajikan situasi (masalah) pada komputer yang diselesaikan melalui suatu proses deduksi logika, sintesis dan implementasi. CAI problem solving, seperti halnya CAI simulasi, yang dikembangkan dengan melibatkan komputer digunakan untuk meningkatkan proses mengajar dan meningkatkan strategi pemecahan masalah tingkat tinggi.
D.    Program CAI tutorial
Merupakan suatu program yang dirancang untuk bertindak sebagai tutor atau guru. CAI tutorial menyajikan informasi atau konsep baru melalui monitor, dan siswa diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan informasi atau konsep baru tersebut. Komputer berperan layaknya sebagai seorang guru. Siswa harus bisa berpartisipasi aktif dalam proses belajarnya dengan berinteraksi dengan komputer. Materi pelajaran dalam satu sub pokok bahasan disajikan lebih dulu kemudian diberikan soal latihan. Respon siswa kemudian dianalisis komputer dan siswa diberi umpan balik sesuai dengan jawabannya. CAI tutorial juga memberikan alternatif percabangan sub pokok bahasan, sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan persyaratan sub pokok bahasan tersebut. Semakin bervariasi alternatif percabangan sub pokok bahasan, maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.
Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa. Program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa. Keuntungan tersebut terdiri dari: (1) interaksi belajar, (2) belajar secara individual, dan (3) Efisiensi. Tidak seperti layaknya guru kelas, program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Dengan menggunakan teknik percabangan dan interaktif, CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenankan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar. Untuk kasus siswa yang memiliki kelambatan dalam belajar, program CAI tutorial akan dapat melayani sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain.
Sedang menurut Soulier,program CAI dapat diklasifikasikan menjadi 6 strategi,yakni: (1) tutorials, (2) drill and practice, (3)simulations,(4) problem solving, (5) discovery Laboratory, and (6) games (J.Steven Soulier : 1988) Ditinjau dari peran apa yang diperankan program komputer, Merril secara spesifik menyatakan bahwa CAI merupakan penggunaan computer untuk membantu dalam aktivitas pembelajaran.Pada umunya digunakan dengan mengacu penerapan tutor,seperti misalnya member drill and practice,tutorials,simulation,and games (Paul F.Merril et al : 1996). Definisi ini selaras dengan Tailor dalam Merrill,yang menyatakan bahwa semua aplikasi computer dalam pendidikan dapat diklasifikasi sebagai tutor,tool atau tutee.
Dari keempat kajian diatas terdapat kesamaan dalam memandang perlunya pengklasifikasian program CAI, yaitu untuk menentukan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan belajar dan belajar dan bagaimana materi ajar akan disajikan oleh komputer.
Patrick Suppens dan Richard Atkinson merupakan orang pertama yang menggunakan program CAI format drill and practice untuk bidang aritmatika dan membaca. Program CAI format drill and practice terdiri dari serangkaian soal-soal latihan guna meningkatkan keterampilan dan kecepatan berfikir pada materi ajar materi yang berkaitan dengan matematika dan bahasa asing Semakin bervariasi alternative percabangan sub pokok bahasan,maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa.Sebuah penelitian lintas negara dilakukan oleh Simonson dan Thompson yang mengemukakan bahhwa program CAI tutorial tidak dapat meniru pengetahuan individu guru dalam berinteraksi dengan seorang siswa. Dilain pihak,program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa.Keuntungan tersebut terdiri dari: (1)interaksi belajar ,(2) belajr secara individual ,dan (3) Efisiensi. Program CAI tutorial yang dirancang secara baik akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan materi ajar yang tersjikan melalui monitor serta untuk berpartisifasi aktif dalam pengalaman belajarnya.Siswa harus memiliki kesempatan untuk melatih gagasan baru,bertanya,menguji hipotesis dan memeriksa kembali cakupan materi yang telah dipelajarinya.Tidak seperti layaknya guru kelas ,program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
Dengan menggunakan tekhnik percabangan dan interaktif,CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenalkan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar.Untuk kasus siswa yang memilki kelambatan belajar,program CAI tutorial akan dapat meleyani sesuai dengan kebutuhan siswa,sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain (Simonson and Thompson :1994).
E.     Guru kelas
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi pengunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu computer . Dengan memaksimal kan peran satu komputer di kelas, siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar. Inisiatif guru kelas untuk sering-sering berkonsultasi dengan guru TIK juga diperlukan. Dengan demikian guru TIK bisa membantu mewujudkan apa keinginan dari guru kelas dalam kaitannya dengan integrasi TIK. Guru kelas juga bisa memulai mengajarkan langkah-langkah dalam melakukan riset yang sederhana bagi siswa (metode big six). Banyak dari cabang dalam TIK yang memang membantu siswa dalam melakukan riset atau menampilkan hasil pembelajaran yang dilakukan siswa. Misalnya internet dan CD Rom yang bisa membantu mendapatkan informasi dalam waktu cepat. Apabila guru sudah membelajarkan siswa cara mencari informasi dan melakukan riset, siswa akan lebih efisien dan efektif dalam mencari informasi
Berikut ini contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab komputer maupun dengan komputer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain;
a.       Membuat diagram
b.      Membuat rentang waktu (time line)
c.       Membuat grafik
d.      Membuat sajak atau naskah
e.       Membuat karya video
f.       Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g.      Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h.      Merancang booklet
i.        Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j.        Membuat peta pikiran
k.      Membuat lukisan dengan komputer
l.        Membuat komik
m.    Membat denah ruangan
n.      Memutar CD Rom
o.      Mencari informasi di internet

F.      Peran guru TIK
Selain bertanggung jawab dalam berlangsungnya suasana pembelajaran di ruang komputer, guru TIK juga menjadi tempat bertanya dari guru kelas serta pihak yang berkepentingan dalam bidang TIK disekolah. Guru TIK selayaknya mempunyai jam khusus setelah pulang sekolah secara rutin untuk melatih keterampilan serta menjadi teman dialog untuk semua guru kelas. Bersama guru kelas, dan berbekal kurikulum TIK yang dibuat bersama-sama guru lain disekolah, guru TIK bertugas merancang kira-kira hal apa dalam TIK yang bisa membuat siswa menjadi terbantu belajarnya. Tugas apa yang bisa diberikan dalam kaitannya dengan pembelajaran dikelas dan demikian menjadikan pembelajaran dikelas menjadi aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Secara rutin guru TIK juga mengirim karya siswa sebagai portfolio untuk menunjukan kepada orang tua siswa mengenai hal apa yang siswa pelajari disekolah. Jangan lupa saat mengajar guru TIK memberikan semangat serta dorongan agar siswa tidak takut untuk salah, mau mencoba serta percaya diri. Siswa secara terus menerus didorong untuk menggunakan TIK dalam kaitannya dengan higher order thinking (menganalisa, menciptakan dan mengevaluasi)
Guru TIK mempunyai tanggung jawab dalam membekali siswa dengan keterampilan
a)      Komputer dasar
b)      Pengolah kata
c)      Database dan spreadsheet
d)     Internet dan email
e)      Multimedia
f)       Etika

2.      Penerapan ICT (Information Communication Technology) di sekolah selalu berbenturan dengan sarana dan prasarana yang ada. Menurut anda bagaimanakah usaha pemerintah, sekolah/madrasah dan masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut. Berikan analisis komprehensip berdasarkan fakta yang ada.
JAWABAN NO. 2
Sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Padahal jika sedikit demi sedikit anggaran dipergunakan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual, terutama bagi sekolah swasta.
Berapapun anggaran yang telah dibelanjakan oleh pihak sekolah akan menjadi sia-sia apabila sekolah tidak melakukan;
a.       Menjelaskan kepada seluruh staff mengenai keterampilan apa yang harus dimiliki siswa dalam menghadap abad 21.
b.      Pelatihan yang berkelanjutan, serahkan pada pihak guru TIK sebagai orang yang akan melatih guru-guru yang lain
c.       Bentuk pelatihan yang bersifat TOT atau training of trainer.
d.      Dalam forum rapat atau evaluasi program, sempatkan adakan forum TIK . Sebuah ajang untk berbagi kisah sukses dalam penggunaan TIK.


  


3.      Indonesia adalah salah satu negara yang berusaha mengurangi digital devide diantara penduduknya melalui penggunaan teknologi komputer dalam berbidang kehidupan. Kebijakan pemerintah atas pengunaan TIK didasarkan kepada keppres No 50/2000 tentang pengadaan koordinir telematika Indonesia. Dalam pelaksanaannya kelompok kerja tersebut telah menyusun rencana kerja selama lima tahun untuk pengembangan dan pelaksanaan e-education yang tujuannya adalah: a) mempersiapkan suatu rancangan pengembangan sumber daya manusia dalam mengaplikasikan ICT, b) mengembangkan penerapan kurikulum dan pembelajaran di sekolah, universitas dan pusat-pusat pembelajaran, dan c) memfasilitasi penggunaan internet dengan efisien dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas :
a.       Menurut anda mungkinkah e-education dapat diterapkan di Indonesia? Kalau mungkin di jenjang pendidikan manakah yang cocok untuk diterapkan!
b.      Anda diminta untuk membuat analisis komprehensif tentang apa, mengapa dan bagaimana pembelajaran berbasis web (e-learning) diterapkan dalam pendidikan Islam!


JAWABAN NO. 3 ( A )
e-Education merupakan konsep strategis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas institusi pendidikan dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat Indonesia
Peranan e-education yang begitu banyak memberi kontribusi positif idealnya harus diterapkan di semua lini pendidikan di Indonesia. Dari pendidikan dasar, menengah hingga ke pendidikan tinggi. Dari perdesan hingga perkotaan. Namun pada kenyataannya penerapan pendidikan berbasis elektronik secara merata di tanah air bukan tanpa kendala alias tidak semudah membalikkan telapan tangan. Banyak sekali kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin pada institusi pendidikan.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau brainware, serta sejumlah kendala krusial lainnya, seperti proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. Soalnya, infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia belum cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Apalagi, seperti diketahui bahwa Cyber Law (undang-undang tentang dunia maya (internet-red)) belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.
Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia. dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan. Hal itu didukung oleh penetrasi komputer (PC) di Indonesia yang masih rendah.
Keterbatasan anggaran tak bisa dipungkiri menyebabkan keterbatasan pengembangan pendidikan di tanah air. Namun demikian, kontribusi positif yang besar bagi perkembangan pendidikan, e-education menjadi salah satu solusi menerobos keterbatasan pendidikan konvensional yang berlaku saat ini. Untuk itu bagaimanakah seharusnya agar penerapan e-education dapat merata di tanah air, menjadi pemikiran kita bersama untuk mencari solusi terbaiknya.
Intinya, pemerataan teknologi harus dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan pendidikan berbasis komputer dan internet.
Selain itu, penerapan media internet untuk pendidikan tidak bisa menggantikan peran guru. Hal itu dikarenakan tujuan pendidikan sendiri adalah pembentukan karakter. Jadi, sebelum cyber-education berbasis internet menyentuh seluruh lapisan masyarakat, alangkah baiknya jumlah guru di Indonesia dipenuhi terlebih dahulu. Teknologi mendasar seperti komputer harus dipenuhi terlebih dahulu.


JAWABAN NO. 3 ( B )
E-learning (singkatan dari electronic learning) adalah pembelajaran dan pengajaran yang menggunakan perangkat elektronik dalam menyampaikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan. Ada berbagai macam perangkat e-learning yang dapat digunakan, mulai dari LCD proyektor, aplikasi komputer online maupun offline,CD, materi multimedia, dan masih banyak lagi. E-learning memungkinkan siswa untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus ke tempat belajar,
e-learning membuat pembelajaran semakin efektif dan efisien. Tujuan e-learning adalah efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Berikut ini kelebihan atau manfaat dari e-learning:
  1.  Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
  2.  Siswa dapat belajar kapan dan dimana saja.
  3. Memberikan kesempatan bagi pelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
  4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.
  5. Mampu menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
  6. Mempermudah siswa dan guru untuk dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang.
  7. Interaksi antara siswa dan guru dapat dilakukan setiap saat, misal melalui chatting dan e-mail.
  8. Siswa akan berubah dari yang semula pasif menjadi aktif.
  9. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, dan buku-buku).
  10. Siswa dapat bergabung di forum diskusi setiap saat dengan wilayah geografi yang tak terbatas.
Selain e-learning memberikan banyak kelebihan atau manfaat, e-learning juga mempunyai kekurangan. Berikut kekurangan dan kendala penerapan e-learning:
  1. Pada awalnya membutuhkan biaya yang besar untuk membangun e-learning, terutama sekolah tertentu yang berada di daerah tertinggal.
  2. Guru dan siswa yang belum pernah mengenal perangkat e-learning akan kesulitan sehingga akan tertinggal.
  3. Guru dan siswa harus menyediakan waktu untuk mempelajari perangkat e-learning.
  4. Ada mata pelajaran yang mungkin tidak bisa diajarkan melalui e-learning.
  5. Tidak semua tempat atau daerah memiliki fasilitas internet dengan jaringan yang handal.
  6. Biaya internet masih mahal.
  7. Perangkat e-learning belum semua daerah dapat menikmati. Maksudnya masih ada daerah yang tertinggal yang belum mendapatkan atau menikmati perangkat e-learning sebagai media pendukung pembelajaran.
Dari kekurangan-kekurangan dan kendala akibat penerapan e-learning menyebabkan terhambatnya penerapan e-learning di Indonesia.

Jadi, penerapan e-learning tidak semudah apa yang kita pikirkan. Untuk menerapkan e-learning di Indonesia dibutuhkan dana yang sengat besar dan tentunya semua lembaga pendidikan harus saling mendukung agar penerapan e-learning di Indonesia berkualitas dan tidak sia-sia

5/18/15

PERPUSTAKAAN...






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan, oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


                                                                        Surabaya, 13 Maret 2015

















BAB I
PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG

Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karenanya, belajar-mengajar sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar-mengajar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Sumber belajar diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan perilaku. Salah satu sumber belajar yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar adalah perpustakaan dan buku. Maka dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pemanfaatan perpustakaan sumber belajar.

2.      RUMUSAN MASALAH

1.      Apa pengertian  perpustakaan?
2.      Manfaat dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar?
3.      Bagaimana penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar?
4.      Bahan informasi apa saja yang dapat diperoleh dalam perpustakaan?


3.      TUJUAN MAKALAH

1.             Untuk mengetahui pengertian perpustakaan
2.             Untuk mengetahui Manfaat dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar
3.             Untuk mengetahui Bagaimana penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar
4.             Untuk mengetahui Bahan informasi apa saja yang dapat diperoleh dalam perpustakaan



BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Perpustakaan

Sebelum penulis mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah terlibih dahulu penulis mengemukakan pengertian perpustakaan secara umum.
Tinjauan ini dapat kita kihat dari dua segi, yaitu:
1.                  Pengertian menurut bahasa
a)      Dalam bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb).”[1]
b)      Dalam bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan”.[2]
c)      Dalam bahasa Arab disebut ا لمكتبة  yang berarti “tempat menyimpan buku-buku”.[3]
2.                  Pengertian menurut istilah
a)      Menurut IFIA (International Federation of  Library Associations and Institutions) “Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.”[4]
b)      Menurut Sutarno NS, M. Si “Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”[5]
c)      Adjat Sakri dkk “Perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut.”[6]
d)     Larasati Milburga, dkk “Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.”[7]
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan sesecara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.


B.     Fungsi Dan Manfaat Perpustakaan

Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah yang memiliki fungsi dan manfaat untuk mendukung penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Menurut Yusuf (2005:4) Perpustakaan sekolah memilki empat fungsi umum, yaitu:
1.        Fungsi edukatif adalah secara keseluruhan segala fasilitas, sarana dan prasarana perpustakaan sekolah, terutama koleksi dapat membantu murid dalam proses belajar.
2.        Fungsi informatif dari perpustakaan sekolah adalah mengupayakan penyediaan koleksi yang bersifat memberi tahu akan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan guru dan murid.
3.        Fungsi kreasi bukan merupakan fungsi utama, namun sangat penting kedudukannya dalam upaya peningkatan intelektual dan inspirasi.
4.        Fungsi riset membuat koleksi yang ada di perpustakaan sekolah menjadi bahan untuk melakukan riset atau penelitian sederhana. Sementara menurut Cella (2012) manfaat dari keberadaan perpustakaan sekolah adalah merangsang minat baca baik pada guru dan siswa, merupakan sumber literatur yang paling dekat, perpustakaan sebagi pusat sumber informasi dan sumber pembelajaran menulis.

Berdasarkan fungsi dan manfaat dari perpustakaan sekolah, maka perpustakaan sekolah dapat disebut sebagai pusat sumber belajar seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana pada pasal 35 undang-undang tersebut dikemukakan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, harus menyediakan sumber-sumber belajar.
Selain itu, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986):
1.         Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan mengenal sumber informasi dan pengetahuan, menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku tahunan, dll.
2.         Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
3.         Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti memahami bahan yang dibaca, membedakan antara fakta dan opini, dan menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
4.         Keterampilan menggunakan informasi, seperti memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, menggunakan informasi dalam diskusi, dan menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.[8]


C.     Penggunaan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar

Perpustakaan merupakan bagian intregal yang mendukung proses belajar-mengajar. Keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai berikut:
1.             Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
2.             Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
3.             Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
4.             Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
5.             Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
6.             Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
7.             Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesiakan tugas-tugas sekolah.
8.             Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
9.             Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru dan anggota staf dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.[9]


D.    Bahan Informasi di Perpustakaan

Bahan informasi yang diterima perpustakaan sekolah terdiri dari bahan buku dan non buku.
1.             Bahan Buku
Bahan pada umumnya terbuat dari bahan kertas sebagai media rekam informasi. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku ajar, buku referensi, buku paket, majalah, koran, dan lainnya.
a)      Buku Teks
Buku teks adalah lembaran tercetak berisi ilmu pengetahuan atau bidang tertentu, dan biasanya digunakan sebagai bahan pelajaran, penataran, kuliah dan dapat dipelajari secara mandiri.
b)      Buku Fiksi
Buku fiksi adalah karya tulis berupa rekaan atau karya imajinatif yang berdasarkan khayalan belaka. Contohnya yaitu novel, drama, puisi, pantun dan syair.
c)      Buku Rujukan
Buku disusun untuk memberikan informasi tentang kata, subjek/pokok masalah, nama orang, nama tempat, peristiwa, pustaka, angka, waktu, ukuran, dan lainnya. Adapun jenis-jenis koleksi ini meliputi kamus, ensiklopedia, handbook, manual, buku pegangan, direktori, bibliografi, sumber ilmu bumi dan lainya.
d)     Terbitan berkala
Yakni publikasi yang direncanakan terbit secara terus-menerus tanpa dibatasi waktu, berisi informasi baru yang menarik, dan ditulis oleh beberapa orang. Terbitan ini terdiri dari surat kabar, majalah, jurnal, buletin, dan lainya.

2.             Bahan Non Buku
Akhir-akhir ini bahan informasi yang dikelola perpustakaan bisa bahan non buku bahkan berupa elektronik. Bahan-bahan itu antara lain mikrofis, film mikro, kaset, piringan hitam, dan CD-room.[10]
a)      Mikrofis
Mikrofis adalah film yang berukuran kecil, tembus cahaya, dan berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, maupun grafis yang diatur pada selembar film secara berbanjar horisontal maupun vertikal.
b)      Film mikro
Film mikro berbentuk film yang sangat kecil, digunakan untuk menyimpan, memunculkan kembali, atau mempublikasikan duplikat dikumen, cetakan, gambar, atau foto.
c)      Kaset
Dalam dunia perfilman, kaset diartikan sebagai kotak untuk melindungi bahan perekam gambar yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penggulung bahan tersebut. Sedangkan dalam pengertian sehari-hari, kaset diartikan sebagai kotak penyimpan pita suara atau gambar.
d)     Piringan Hitam
Piringan hitam ini dibuat dari bahan ebonit berwarna hitam dan berbentuk bulat pipih. Pada kedua permukaannya terdapat lekukan halus berbentuk spiral yang menyebabkan jarum piringan hitam yang melaluinya bergetar dan menimbulkan suara.
e)      CD-Room
Alat ini merupakan wadah penyimpanan informasi berbentuk lempengan kecil berdiameter kurang dari 5 inci yang mampu menyimpan data 500 MB sampai 1 GB.
f)       E-books dan E-journal
E-books pada dasarnya merupakan distribusi muatan isi buku dalam bentuk digital. Dalam hal ini, internet bertindak sebagai jantung pada sistem layanan e-books dengan berbagai kemudahan dan kecepatan aksesnya. E-books memiliki kelebihan antara lain kemudahan baca, kemudahan penelusuran, pengehematan kertas, dan kemudahan pengalihan teks. 

Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE).  BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut.[11]



BAB III
PENUTUP
1.     Kesimpulan

1.      perpustakaan sesecara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi
2.      Perpustakaan sekolah memilki empat fungsi umum, yaitu: Fungsi edukatif, Fungsi informatif, Fungsi kreasi, Fungsi riset.
Manfaat perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan mengumpulkan informasi, Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, Keterampilan menggunakan informasi,
3.      Keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai berikut:
Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesiakan tugas-tugas sekolah.
Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
4.      Bahan informasi yang diterima perpustakaan sekolah terdiri dari bahan buku dan non buku.
Bahan Buku pada umumnya terbuat dari bahan kertas sebagai media rekam informasi. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku ajar, buku referensi, buku paket, majalah, koran, dan lainnya
Bahan Non Buku ini bahan informasi yang dikelola perpustakaan bisa bahan non buku bahkan berupa elektronik. Bahan-bahan itu antara lain mikrofis, film mikro, kaset, piringan hitam, dan CD-room



2.     Saran

Demikian makalah ini dibuat dengan kemampuan pengetahuan penulis yang serba terbatas ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran apabila terdapat kekurangan dalam makalah ini



DAFTAR PUSTAKA


Ø  Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1988)
Ø  Zuhdi, Nadjib, Kamus Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. (Surabaya: Fajar Mulya, 1993)
Ø  Al Hamid, Zaid Husein, Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. (Pekalongan: 1982)
Ø  Basuki, Sulistyo,  Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud, 2003)
Ø  NS, Sutarno, Perpustakaan dan Masyarakat. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003)
Ø  Soetminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. (Yogyakarta: Kanisius,1992)
Ø  Milburga, Larasati, et al. membina Perpustakaan sekolah. (Yogyakarta: Kanisius, 1991)
Ø  Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003)
Ø  Bafadal, Ibrahim, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009)
Ø  Hs, LASA, Manajemen perpustakaan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009)
Ø  Suwarno, Wiji,  Perpustakaan & Buku; Wacana Penulisan & Penerbitan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011)



[1] Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1988).  713
[2] Nadjib Zuhdi. Kamus Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. (Surabaya: Fajar Mulya, 1993). 270
[3] Zaid Husein Al Hamid. Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. (Pekalongan: 1982).  494
[4] Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud, 2003). 5
[5] Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003). 7
[6] Soetminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. (Yogyakarta: Kanisius,1992).32
[7] Larasati Milburga, et al. membina Perpustakaan sekolah. (Yogyakarta: Kanisius, 1991).17
[8] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003), 100-101
[9] Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 5-6
[10] LASA Hs, Manajemen perpustakaan(Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 47-60
[11] Wiji Suwarno, Perpustakaan & Buku; Wacana Penulisan & Penerbitan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), 75-76

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA<><><><><>Semoga Kehadiran Kami Bermanfaat Bagi Kita Bersama
banner