2/17/14

SEJARAH ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH SURABAYA

KEPANDUAN HIZBUL WATHAN
KOTA SURABAYA

PERIODESASI TIMBULNYA HIZBUL WATHAN
Pada Tahun 1918 Atas  inisiatif Majelis Pengajaran yang dipelopori oleh K. H. Muchtar. K.R. H. Hisyam, K.R.H. Madjid dan lain-lain maka lahirlah kepanduan Hizbul Wathan dengan mendapat persetujuan  dengan mandapat persetujuan K. H. Ahmad Dahlan.

A.     PERIODE PERTAMA PERINTISAN DAN PENDIRIAN HIZBUL WATHAN
         1.   Kapan Kepanduan Hizbul Wathan dirintis pertama kali dan siapa perintisnya?
               Tidak lama setelah diresmikan berdirinya Muhammadiyah Cabang Surabaya pada tanggal 1 November 1921 oleh KH. Ahmad Dahlan pada kunjungannya ke Surabaya yang kedua dirintis pula kegiatan yang mendukung berdirinya Muhammadiyah tersebut yaitu Kepanduan Hizbul Wathan dengan latihan baris berbaris, perkemahan, musik dan sepak bola untuk anak muda diakhir tahun 1921 tersebut. Dengan masih berduk (kacu leher) merah dan bertutul hitam sebagai uniformnya.
                Pada tahun berikutnya yaitu tahun 1922 Hizbul Wathan diresmikan berdirinya di Surabaya yang waktu itu menjadi satu bagian Kepemudaan dan Olah raga dari Muhammadiyah. Pelantikannya dilakukan disekolah “Aisyiyah” (kantor Cabang Muhammadiyah) di Pandean Gg 4 (sekarang Gg 1). Pelopor pendirinya yang kemudian dilantik menjadi pengurus Cabang HW Surabaya adalah M. Idris, H. Asy’ary ( yang selanjutnya menjadi bendahari Muhammadiyah Cabang Surabaya), M. Machin (Toko “Mapan” Jagalan), H. Ismail, Somo, Soekardi, Soeprapto, M. Kaspan (sdr. M. Machin) dan M. Wisatmo yang kemudian menjadi Menteri Daerah HW karesidenan Surabaya. Sebelumnya nama Hizbul Wathan telah dikenal sebagai nama madrasah yang dikelola oleh KH. Mas Mansur namun dengan diresmikannya pandu Hizbul Wathan milik Muhammadiyah maka madrasah itu diganti dengan nama MUFIDAH yang sampai sekarang masih ada.
               Komando leider HW adalah Kusumojudo (Bangkalan – bekas Comm Militer Belanda dahulu), Barisan musik HW dibawah asuhan H. Iskandar dan Muh. Syarif Pandean. Muh. Syarif ini saudara tertua M. Djuki, pemimpin Orkes RRI Surabaya. Barisan musik HW ini sering diundang meramaikan hajat penduduk dan perkumpulan-perkumpulan yang mengadakan peringatan atau konggres / musyawarah akbar  Muhammadiyah termasuk mengiringi ketika berangkatnya KH. Mas Mansur dan HOS Cokroamunoto ke muktamar Islam sedunia di Makkah tahun 1925
2.    Apa latar belakang dibentuknya Hizbul Wathan Surabaya
Untuk mempersiapkan kader-kader muda yang siap pakai (militan) dalam acara-acara yang diadakan oleh Muhammadiyah, penerus dan pelangsung Persyarikatan Muhammadiyah dan memberikan kegiatan yang positif dan terarah demi kemajuan diri pribadinya sehingga menjadi terampil, matang jiwanya terutama untuk kepentingan bangsa dan negara dalam mempersiapkan kemerdekaannya.
3.   Daerah mana yang pertama kali menjadi tempat kegiatan Kepanduan Hizbul Wathan ?
Awalnya kegiatan Hizbul Wathan diadakan dihalaman sekolah Mufidah milik KH. Mas Mansyur dekat masjid Ampel Surabaya. Lambat laun kegiatan HW ini bertambah pesat sehingga pada tahun 1938 dibagi tiga kelompok yaitu
a.    Golongan Coklat yang berada di Surabaya Utara dipimpin oleh Said Umar dibantu oleh Sya’roni. Kegiatannya adalah
- Pelajaran untuk Pengenal tiap hari Ahad sore         pkl.16.30-17.45
- Pelajaran suling tiap hari Senin malam                     pkl.19.00-21.00
- Pelajaran untuk Athfal tiap hari Selasa sore             pkl.16.30-17.45
- Kursus Kepanduan dan agama hari Kamis              pkl.19.00-20.30
Semua kegiatan itu dilaksanakan di gedung Pemuda Muhammadiyah Kampement Straat 234

b.    Golongan Merah yang berada di Surabaya Selatan dipimpin oleh Kayoon Mulyadi dibantu Yakim Abdullah. Kegiatannya adalah
- Pelajaran untuk Athfal & Pengenal tiap Sabtu sore      pkl.16.30-18.00
- Pelajaran kursus agama tiap Sabtu malam              pkl.18.30-20.00
- Kursus Kepanduan dan belajar suling tiap Kamis  pkl.19.30-21.00

Semua kegiatan itu dilaksanakan di gedung HIS Muhammadiyah Genteng Schout.
c.    Golongan Hijau (daerah Pacar Keling) dipimpin oleh Soetedjono. Kegiatannya adalah
- Pelajaran untuk Pengenal & Penghela tiap Ahad sore            pkl.16.30-17.45
  Dilapangan Nias Pacar Kening
- Kursus bahasa Belanda tiap Rabu malam                     pkl.19.00-21.00
- Kursus agama & rapat kehormatan tiap Jum’at             pkl.19.00-21.00
  Di internaat CBZ.

Semua kegiatan itu dilaksanakan di Kedung Tarukan.
               Selain itu, kepada tiap-tiap golongan diberi hak mengatur golongannya masing-masing, begitu pula pasukan, kampungan dan kaum sampai pada regu, sarang dan kawannya. Kemudian setiap satu bulan sekali diadakan rapat pemimpin-pemimpin golongan dan regu sepasukan untuk memperbincangkan kemajuan Kepanduan Hizbul Wathan.
Kehadiran tentara Jepang merubah situasi Surabaya termasuk kepanduan HW karena tidak ada aktifitas yang boleh dilakukan dan untuk sementara tanpa kegiatan apapun.
Namun setelah Jepang menyerah kepada sekutu, HW mulai hadir kembali di Surabaya namun yang dapat diaktifkan tinggal dua golongan yaitu
a.   Golongan Coklat yang berada di Surabaya Utara dipimpin oleh Jaffar Hasan latihan pada hari Ahad sore bertempat di lapangan sekolah AMBASS SCHOOL Dana Karya sebelah sekolah Al Irsyad Pimpinan Pasukan saat itu Sofyan
b.   Golongan Merah yang berada di Surabaya Selatan dipimpin oleh Harun latihan pada hari Ahad sore bertempat di lapangan Koblen Pimpinan Pasukan saat itu Sidik

3.    Kegiatan atau langkah apa saja setelah terbentuknya Hizbul Wathan dan Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap terbentuknya / kegiatan HW?
Disamping latihan rutin kepanduan seperti baris-berbaris & perkemahan, Musik dan sepak bola, anak-anak Hizbul Wathan selalu dilibatkan dalam kegiatan yang diadakan oleh Bapak-bapak Muhammadiyah diantaranya menjadi penerima tamu pada acara rapat atau musyawarah, membantu menyiapkan shof untuk sholat ‘Id dilapangan, mengantarkan zakat fitrah kepada fakir miskin dll.      Persatuan sepak bola HW(PS. HW) Cabang Surabaya saat itu terkenal dalam kejuaraan sepak bola dan sangat sportif dalam bermain sehingga banyak yang menjadi team inti PERSIBAYA (sekarang PERSEBAYA). Tidak mau kalah dengan daerah Surabaya lainnya, di Kenjeran (Surabaya bagian Timur) muncul HW laut yang mempunyai keahlian dan ketrampilan tersendiri.
Pada tahun 50-an ada utusan dari pandu internasional London yang bernama jend. Wilson berkunjung ke Surabaya, HW yang masuk dalam IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) cabang Surabaya menjadi panitia penyambutan yang dinilai cukup mengesankan. Pada tahun yang sama dr. Adnan kayat anggota HW Surabaya terpilih sebagai peserta Jambore Internasional di Manila Philipina atas nama IPINDO Pusat..
Anak-anak Hizbul Wathan yang pendukung utamanya dari murid-murid madrasah Hizbul Wathan yang berganti nama MUFIDAH pimpinan KH. Mas Mansur banyak yang menjadi kader Muhammadiyah dan mempunyai keahlian tersendiri. Mereka terkenal kemahiran dan ketangkasannya dalam bertabligh dan menyampaikan pesan-pesan moral. Sa’id Umar misalnya Pemimpin kepanduan HW Surabaya yang meneruskan langkah meretas jalan dikalangan pemuda-pemuda santri yang dalam pendudukan tentara Inggris beliau ditangkap dan disiksa sebagai patriot yang setelah itu tidak pernah ada kabarnya lagi sampai sekarang.
Semangat tinggi yang muncul pada para pemuda ini diikuti pula oleh remaja-remaja putri waktu itu..Keinginan besar mereka tak dapat dibendung lagi dengan diresmikannya berdirinya HW Putri pada tanggal 9 Juni 1950 di tengah-tengah kota dipusat Pemerintahan Propinsi Surabaya (Gedung Gubernuran)
Semarak, keceriaan dan aktifitas pandu HW yang nyata dalam masyarakat dan tanggapan yang cukup bagus tersebut dikejutkan oleh munculnya Keppres no. 238 tanggal 13 Maret 1961 tentang peleburan semua organisasi kepanduan yang ada di Indonesia menjadi PRAMUKA.
Sikap beragam ditunjukkan oleh para aktifis pandu HW setelah munculnya Keppres 238 tersebut. Ada yang hanya mengaktifkan pasukan genderangnya (drumb band), ikut terlibat dalam Pramuka, memajukan PS HWnya, membubarkan diri dan diam menunggu perhelatan zaman sampai HW muncul lagi (periode kebangkitan HW)

B.     DAMPAK PEMBUBARAN HIZBUL WATHAN

Pemikiran dibentuknya Hizbul Wathan

Dibentuknya Hizbul Wathan bertolak dari pemikiran Kiyai Haji Ahmad Dahlan dalam upaya penyebaran agama Islam dan Negara kita.
Pemikiran ini muncul berdasar kenyataan selama penjajahan Belanda, bagsa Indonesia pada umumnya dan generasi muda khususnya hidup dalam belenggu dan berdampak timbulnya keterbelakangan diseluruh sector kehidupan, baik eonomi, poltitik, maupun social budaya. Kelemahan-kelemahan ini harus segera diatasi agar bangsa Indonesia menjadi kuat dalam segala aspek kehidupan dan sanggup mengemban tugas-tugas berat untuk membangun masa depan ssuai dengan yang dicita-cita.

Perlawanan menghadapi pemerintahan colonial selalu kandas dan mudah dipatahkan karena pergerakan kita belum terkoordinasikan secara baik. Lemahnya aqidah agama dan rendahnya pendidikan bangsa kita merupakan kendala untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kiyai Haji Ahmad Dahlan mencermati kelemahan-kelemahan itu, kemudian mencari terobosan baru guna menghadapi pemerintah colonial dengan mengatasi kelemahan yang ada. Upaya itu antara lain meningkatkan pendidikan, baik melalui sekolah maupun dalam bentuk pendidikan diluar sekolah.

Dari pemikiran inilah kemudian pada tahun 1918 dibentuk PADVINDER MUHAMMADIYAH, kemudian tahun 1920 berganti nama menjadi HIZBU WATHAN. Pada tahun  1928, atas usul Haji Agus Salim istilah Padvinder diganti dengan Pandu, Sedangkan Padvinderij diganti dengan Kepanduan. Pendidikan Hizbul Wathan pada dasarnya bertujuan untuk membantu menyebarkan agama Islam dan menyiapkan Kader-kader Muhammadiyah. Kyai Haji Ahmad Dahlan berkeyakinan bahwa dengan perluasan pendidikan, mereka para pemuda akan lebih mudah digerakkan dalam perjuangan.

Pertumbuhan Hizbul Wathan

Setelah Hizbul Wathan dibentuk, kemudian berkembang secara cepat diberbagai wilayah sampai diseluruh pelosok tanah air Indonesia. Keanduan Kepanduan Hizbul Wathan bagaikan endawan dimusim hujan. Hal ini sejalan dengan perkembangan perkembangan pemikiran dan tuntutan jaman. Organisasi-oraganisasi kemasyarakatan maupun partai-partai politik sejak Boedi Oetomo susul-menyusul mendirikan oarganisasi kepanduan yang ara dan tujuannya sau yaitu mencita-citakan Indonesia merdeka. Berkat kemauan dan kesadaran bersama terwujudlah kerjasama yang baik antara Hizbul Wathan dan organisasi kepanduan lainnya.

Petumbuhan Hizbul Wathan yang demikian cepat menimbulkan kekhawatiran pemerintah colonial HindiaBelanda. Untuk itu dicari jalan keluar untuk membujuk Hizbul Wathan supaya masuk Kepanduan Hindia Belanda. Prinsip keislaman dan jiwa nasionalisme tidak menggoyahkan Hizbul Wathan daari bucuk rayu emerintah colonial. Organisasi ini tegar bersama kepanduan lainnya. Dalam hipitan yang ketat dari penguasa jepang, walaupun Hizbul Wathan dibekukan (1942), namu tetap hidup dan berkembang, sekalipun harus bergerak secara tersembunyi (tertutup). Setelah Indonesia merdeka untuk selam-lamanya. Setelah masa revolusi fisik itu, atas anjuran Jendral Soedirman menjelang wafatnya (1950), Kepanduan Hizbul Wathan diaktifkan kem,bali secara terbuka.

Tujuan Kepadanduan dalam masa demokrati liberal tidak murni lagi karena organisasi kepanduan dimanfaatkan oleh partai-partai politik sehingga keadaannya sangat memprihatinkan. Situasi yang demikian ini (1959) dimanfaatkn oleh PKI melalui Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kabudayaan (Prof dr. Prijono) untuk membubarkan organisasi-organisasi Kepanduan dan dilebur menjadi satu organisasi seperti di Negara-negara komunis. Hal inilah yang menimbulkan pemikiaran Bung Karno untuk melebur semua organisasi kepanduan dalam satu wadah bar yaitu Pramuka (1961).

Untuk mengantisipasi perintah kepala Negara itu, Pimpinan Muhammadiyah yang diketuai oleh H. M. Yunus Anis dan sekretarisnya M. Djindar Tamimy menerbitkan maklumat (28 Syawwal 380/15 Maret 1961) yang berisi tiga butir keputusan, yakni ; 1. Mematuhi dan memenuhi perintah; 2. Meniadakan Organisasi Hizbul Wathan dan 3. menunjuk H. Mawardi, R. Haiban Hadjid, Muh Hirmas, Muh Sumitro, H. Muh. Lutfie dan H.A. Dwidjosuparto untuk membereskan segala sesuatu yang berkenaan dengan perintah Negara tersebut.

Untuk menghadapi masa peralihan berhubung adanya dekrit presiden tentang peleburan organisasi-organisasi kepandun di Indonesia menjadi pramuka, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah majelis Hizbul Wathan pada tanggal 1 April 1961 menerbitkan pengumumam kepada semua pimpinan HW diseluruh Indonesia. Pengumuman itu sebagai pegangan menghadapi satu macam organisasi peleburan yang disebut pramuka.
Tuntunan yang perlu dipegang sebagai pedoman terdiri dari tiga butir sebagai berikut : 1. Suaya suasana bergerak diantara Pemimpin dan anak HW jangan dapat disilaukan oleh Manuovre pihak lain. Juga sesuai dengan surat edara dari Bapak Pandu ampai nanti ada instruksi dari bapak Pandu  sendiri, maka latihan-latihan kepanduan dengan uniformnya tetap berjalan seperti biasa, kecuali aktivitas seperti pekemahan, perlombaan, pengembaraan dan lain-lainnya supaya dihentikan; 2. Suaya HW tetap mempelopori dan jangan sampai kalah dalam segala gerakan-gerakan kemasyarakatan yang sholeh dan diridloi oleh Tuhan. Pandu HW diharapkan menjadi muballigh-muballigh kecil dalam pergolakan-pergolakan masyarakat terutama dalam lingkungan kepemudaan. Anak-anak HW jangan sampai terseret atau terbenam dalam gerakan-gerakan yang jauh dari dasar dan cita-cita sebagai pemuda-pemuda Muhammadiyah; 3. Supaya tetap dalam tindakan memberikan syiar ke-Islaman. Kepanduan bukanlah jadi tujuan, tetapi sebagai alat. Tujuannya ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sdangkan alatnya disesuaikan dengan kegemaan masyarakat (missal kerja bakti, berbaris dengan seragam, latihan-latihan kerja dll.

Demikian tuntunan atau anjuran dari Majelis Hizbul Wathan dalam masa transisi. Kesemuanya tergantung pada para pemimpin, tetapi wajib bagi kita orang  islam  dalam segala amalan tidak boleh apatis. Pengumuman itu ditanda tangani oleh Acmad Sumitra, B.Sc. sebagai Sekretaris dan Mh. Mawardi sebagai Ketua.

Sejak tahun 1961 sampai dibangkitkan kembali Kepanduan HW (Nopember 1999), Muhammadiyah telah kehilangan salah satu alat perjuangan, yaitu Kepanduan Hizbul Wathan. Dengan hilangnya alat yang menjadi mata rantai kaderisasi Persyarikatan  itu, sangat terasa usaha kaderisasi itu terputus. Kader-kader Muhammadiyah yang telah dibentuk dari usia dini sudah sulit untuk diwujudkan. Akibantya cukup banyak kader yang ditemukan sudah membawa aspirasi lain dan kadang-kadang tidak sejalan dengan paham Muhammadiyah.

Sumbangan Hizbul Wathan.

Izbul Watan dari sejak dibentuk melalui talah melalui proses timbul-tenggelam kareana pengaruh politik kekuasaan. HW telah mendidik anggotanya untuk menjadi manusia yang berakhlaw mulia , cinta tanah air, bangsa dan Negara. Mereka disiapkan sebagai kader bangsa yang cakap dan trampil tidaklahdi ragukan lagi. Melaui pendidikan Hizbul Wathan teciptalah sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mereka siap menjadi tenaga pembangunan yang terpecaya. Mereka yang digembleng dalam Hizbul Wathan kahirnya trampil dalam kepemimpinan didalam Persyarikatan dan Negara kita. Mereka dapat dijadikan suri tauladan bagi siapapun juga. Mereka yakin bahwa apa yang diperbuat merupakan ibadah, melaksanakan perintah Allah SWT semata-mata, oleh karena itu apa yang diperbuat dilandasi dengan hati nurani dan ikhlas.

Tantangan  Persyarikatan

Hizbul Wathan merupakan suatu organisasi kepanduan yang memiliki potensi penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Pendidikan yang diberikan mengandung nilai-nilai luhur yang sangat baik dijadikan dasar pegangan bagi para pelaksana pembangunan nasional kita.

Namun saying tidak semua orang mengerti apakah kepanduan Hizbul Wathan  itu buku bacaan yang berisi uraian Hizbul Wathan dan perjuangannya perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak, khususnya para penentu kebijakan. Buku Hizbul Wathan yang dicerak perlu segera disebarluaskan ke perpustakaan-perpustakaan dan sekolah-sekolah seluruh Indonesia untuk dijadikan bahan bacaan yang bermanfaat.

Organisasi Struktural HW sangat penting untuk ditumbuhkan dan dikembangkan dilingkungan Persyarikatan, mulai dari tingkat Ranting sebagaimana yang pernah ada sebelum tahun 1961 di Perguruan Muhammadiyah perlu dibentuk kelompok-kelompok minat anggota HW (Athfal Pengenal dan Penghela) dan dikoordinasikan serta diawasi secara pro aktif perkembangnnya serta kualitas anak didik pandu HW tidak boleh hanya diserahkan kepada semua / Kebijakan para Pempimpin Muhammadiyah, Kenapa ? krena Hizbul Wathan adalah wadah (alat) langsung pengkaderan Muhammadiyah.

B.     PERIODE KEDUA PERIODE KEBANGKITAN HW
         1.   Kapan Kepanduan Hizbul Wathan dibangkitkan kembali dan siapa yang membangkitkan ?
               Gelora yang menggebu-gebu dari para mantan pandu HW yang kurang lebih selama 38 tahun dipendam jebol sudah dengan dibangkitkannya kembali kepanduan Hizbul Wathan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta pada tanggal 18 Nopember 1999 sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah.
               Gelora yang terpendam itu dibuktikan dengan kebangkitan HW Jawa Timur yang dimotori para manula mantan aktifis HW periode pertama. Dengan semangat yang menggebu-gebu itulah akhirnya pada tanggal 6 Mei 2000 dilantik Pengurus Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Timur di Gedung Wanita Surabaya yang diketuai oleh H. Asmarahadi (mantan pemimpin Pengenal HW Palembang yang hijrah ke Surabaya). Gebrakan demi gebrakan mereka tunjukkan dengan mengadakan kegiatan Pelatihan Taruna Melati Dasar sebanyak 6 kali dan Taruna Melati Menengah dalam waktu kurang dari dua tahun, Mengirim kontingen HW terbanyak sekitar 900 pandu HW (150 orang dari Surabaya) dalam Muktamar Muhammadiyah ke 44 di Jakarta sekaligus menjadi peserta jambore HW yang pertama pada periode kebangkitan.
               Di Surabaya sendiri, 5 (lima) orang ALUMNI Pelatihan Taruna Melati Dasar ke-2 dikumpulkan oleh Ketua PDM, Sdr. A. Wachid Syukur, yaitu MA Malik Gholib (putra dari MAS Gholib kakak kandung KH. MAS Mansur), Abdurrahman Hakim(utusan PCM Karangpilang), Yusuf Ismail Adam, Marwah AS(utusan PCM Tandes), dan M. Ali Fuad (utusan PCM Mulyorejo). Selanjutnya kelima orang tersebut sebagai team formatur pembentukan Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan HW Surabaya yang diketuai oleh MA Malik Gholib.
               Pada tanggal 11 September 2000 di halaman Balai Kota Surabaya Pengurus Kwarda HW Surabaya dilantik dengan ketua MA Malik Gholib dan sekretaris Abdurrahman Hakim. Pada acara tersebut digelar juga Pawai Ta’aruf dalam kota Surabaya yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi Perguruan Muhammadiyah sekota Surabaya, para mantan aktifis HW periode pertama dan para simpatisannya yang kurang lebih diikuti oleh 2000 peserta dan diramaikan oleh Unit Drum Band Hizbul Wathan Kenjeran (juara nasional drum band & marching band Indonesia).
               Selanjutnya terbentuk pula Kwartir Cabang HW Wonocolo yang dipelopori tokoh HW pertama H. A. Qodir (alm) pada tanggal 6 januari 2001 dan Kwartir Cabang HW Mulyorejo pada tanggal 7 Mei 2001.

SEJARAH PEMUDA MUHAMMADIYAH
KOTA SURABAYA

A.   Berdirinya Pemuda Muhammadiyah
Sejarah berdirinya Pemuda Muhammadiyah Surabaya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Hizbul Wathan. Pada tahun 1922 diresmikan Hizbul Wathan sebagai satu bagian Pemuda dan Keolahragaan dari Muhammadiyah Cabang Surabaya. Ketua Hizbul Wathan Cabang Surabaya pertama adalah M.Idris. Tokoh-tokoh lain yang turut berjasa dalam pendirian HW selain M.Idris adalah H.Asy’ary, M.Machin, H.Ismail, Somo, Soekardi, Soeprapto, M.Kaspan, M.Wisatmo. dan masih banyak tokoh lain yang tidak mungkin disebutkan karena terbatasnya ruang.
Saat itu HW mempunyai amal usaha seperti pendidikan Hizbul Wathan (sekarang bernama MUFIDA), Barisan musik HW, Persatuan Sepak Bola HW yang mempelopor sekaligus anggota klub  PERSEBAYA sampai saat ini. Yang menarik HW juga mempunyai group musik yang bernama BARISAN MUSIK HW.  Sedangkan pemuda Muhammadiyah memiliki perpustakaan yang  dikenal dengan nama  TAMAN PUSTAKA PEMUDA MUHAMMADIYAH CABANG SURABAYA selain itu juga mempunyai  KOPERASI yang bergerak dibidang Penatu (Wassery) yang diberi nama PENATU SUCI.

B. Pemuda Muhammadiyah masa perjuangan
Pada masa perjuangan kemerdekaan, Pemuda Muhammadiyah berperan aktif untuk merebut kemerdekaan. Diantaranya seperti  Anang Hasyim seorang orator ulung  yang senantiasa mengobarkan semangat perjuangan merebut kemerdekaan. Ia juga berjasa membersihkan budaya dan pengajian-pengajian Islam yang banyak diselundupi hadits palsu. Tokoh lain seperti Sa’id Umar yang wafat karena ditangkap dan disiksa tentara Inggris, ia gugur sebagai pejuang membela Islam di Surabaya. Sang ketua Malikin wafat dalam perjalanan akibat kapal yang ditumpangi dibom sekutu. Muhammad Sabjan seorang anggota Pemuda Muhammadiyah yang aktif mengurusi koperasi juga wafat dibunuh tentara Inggris – Gurkha.
Pendek kata, Pemuda Muhammadiyah pada masa perjuangan turut andil memanggul senjata dan mempelopori perlawanan terhadap penjajahan khususnya di kota Surabaya.

C. Pemuda Muhammadiyah Masa Orde lama
       Di masa orde lama ini gerakan dakwah Muhammadiyah sangat tertekan dikarenakan PKI pada saat itu berkuasa. Surabaya dari Walikota sampai Kepala Dinas saat itu dipegang oleh PKI. Suasana dakwahpun tidak menggembirakan. Kita masih diuntungkan dengan adanya Presiden Bung Karno yang masih tetap menyatakan sebagai anggota Muhammadiyah. Pemberontakan PRRI Permesta yang dituding didalangi Muhammadiyah berimbas di Surabaya. Banyak aktifis Muhammadiyah kala itu yang dikerjar-kejar polisi dan ada yang sempat dipenjara misalkan Pak Moeslimin BBA saat itu berumur 17 Tahun.
       Saat HW melebur tahun 1958 menjadi Pemuda Muhammadiyah Surabaya, maka pada tahun 1961-1964 lewat beberapa musyawarah dengan beberapa aktifis Islam membentuk Pemuda Muhammadiyah Cabang Surabaya dengan Ketua Moeslimin BBA (Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari PPP) kantor sekretariatnya di Jl. Genteng Muhammadiyah No. 28 Surabaya (saat ini menjadi perguruan Muhammadiyah Genteng)
       Ada hal yang menarik saat Pemuda Muhammadiyah terbentuk yaitu HW putri menjadi terpecah di Nasyiatul Aisyiyah yaitu NA Sewek’an dan NA Rok’an yang NA Rok’an (modern) ikut Pemuda Muhammadiyah jadi pada saat itu anggota Pemuda Muhammadiyah masih ada NA Puteri.
       Amal Usaha atau aktifitas kegiatan yang diadakan :
1.    Pengajian rutin dan PHBI yang dipusatkan disekretariat
2.    Mendirikan kursus Mikro Biologi bekerjasama dengan RSUD Dr. Soetomo
3.    Bersama Aisyiyah mendirikan SGPTK (Sekolah Guru Pendidikan Taman Kanak-kanak) yang dipusatkan di Jl. Plampitan VIII/7 (sekarang TK ABA 1). Sebagai peserta pertama sebanyak 50 Orang. Namun sayang kegiatan SGPTK ini hanya berlangsung sampai 2 tahun.
4.    Mengadakan kursus Tari Srampang Dua Belas
5.    Menghidupkan PS HW dan pada tahun 1963 mengadakan persahabatan dengan PS. Bintang Timur (yang pemainnya banyak dari Nasrani)          
6.    Bakti sosial pengecetan Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan
7.    Pemberian bea siswa 6 orang yang sekolah di SMU Muhammadiyah Genteng diantaranya salah satu siswanya adalah tokoh yang sekarang sukses sebagai mubaligh yaitu Farid Anwar, BA
Dikarenakan terbatasnya kader yang mau jadi pengurus sehingga Pak Moeslimin, BBA harus merangkap jabatan ke PWPM Jatim menjadi sekretaris serta menjadi Sekretaris Muhammadiyah Cabang Surabaya Utara.

Mencari tokoh Pengurus Pemuda Muh sangat sulit karena adanya tekanan dari Penguasa diantara Pengurus yang mendapat intimidasi : Mahmud, Nurhasim, Muslimin,
Tahun 1961 Ketua PM SBY mengadakan pengajian tiap Minggu di Jl. Genteng Muhammadiyah saat itu Muslimin sebagai Ketua Daerah Pemuda Muhammadiyah Karesidenan Surabaya (Ketua PWPM saat itu adalah Ainurrofiq/P Oen. Ihsan Amin.

KOKAM JATIM  ada setelah G 30 S/PKI diluar itu ada pergerakan Ashabul Kahfi (Aktifis Muhammadiyah) diantaranya Muslimin, hisyam yahya, Rafiq Ghani, Anang Fanan, dr. Muslim Gunawan (Pamannya Ketua Kadin JATIM namanya Ir. AIRLANGGA SATRIAGUNG), dr. Muslim Gunawan Posko di Masjid Mujahidin), yang mendanai Hisyam Yahya karena secretariat Muhammadiyah di Jl. Makam Peneleh terus diawasi sehingga pindah ke Mujahidin. KOKAM Mempunyai pasukan perlawanan.  Dan membentuk lagi gerakan FAK (Fron Anti Komunis). Yang dilakukan, Askhabul Kahfi seperti pembakaran Gedung Balai Pemuda sebab disini digunakan sebagai Posko PKI. Daerah Kantong PKI seperti Jl. Kapas Krampung, Jagir, Perak,

SUSUNAN PERSONALIA PWPM JATIM
Untuk PWPM Jatim urutan-urutan Pimpinannya sebagai berikut :
Periode 1                                                 : Ahmad Gani                             (Ketua)
                                                                    Moeslimin, BBA                       (Sekretaris)
Periode 2                                                 : Nurhasan Zein                        (Ketua)
                                                                    Moeslimin, BBA                       (Sekretaris)
Periode 3                                                 : Rahmat Djatmiko                    (Ketua)    
                                                                    Moeslimin, BBA                       (Sekretaris)
Periode 4                                                 : Pardi                                          (Ketua)
                                                                    Moeslimin, BBA                       (Sekretaris)
Periode 5                                                 : Asmara Hadi                            (Ketua)
                                                                    Moeslimin, BBA                       (Wakil Ketua)
Periode 6                                                 : Markum Anwar                                    (Ketua)
Periode 7                                                 : Cholil Subarie                         (Ketua Tahun 1980)
Periode 8                                                 : Ir. Nadjib                                    (Ketua)
                                                                    Ito                                                (Sekretaris)
       : Ezif M. Fahmi Wasian                         (Ketua hasil Ressafel)
Periode 9                                                 : Nanang H Kaharudin (Ketua)
                                                                    Nadjib Hamid               (Sekretaris)
Periode 10                                               : M. Mirdasy                                 (Ketua)
                                                                    Tamhid Mashudi                     (Sekretaris)
Periode 11                                               : Imam Sugiri                              (Ketua)
                                                                    Suli Daim                                  (Sekretaris)

D. Pemuda Muhammadiyah Dari Masa ke Masa
Untuk menggambarkan Perjalanan Pemuda Muhammadiyah kota Surabaya dari masa-kemasa, berikut ini personalia pimpinan dari periode awal sampai periode 2002-2006, serta  aktifitas  keorganisasian.

 1. Personalia Pimpinan Pemuda Muhammadiyah
     Tahun 1937
     Ketua : Malikin
Anggota : Masdar Wahab, Sueb Said, Nurhasan Zein, Mas Selamet, Said Umar, Amir Umar,  H. Umar Sirad, M. Marzuki, Anwar Zein, Ating Sabdjan

Tahun 1961-1964
Ketua                                                  : Moeslimin, BBA
Anggota                                             : Maimun

Ketua                                                  : Kholil Subari
Sekretaris                                          : Agus Suwondo



Tahun 1985 - 1989
Ketua                                                  : Abdurrahim
Sekretaris                                          : Umar Bahaswan
                                                              Syaiful Wakang
Anggota                                             : Syamsul Huda, Husein Tamrin, Mahsun Jayadi, Syamsun Ali, Rivai, Moh Hatta, Atmari, Syuhud


Tahun 1990-1994
Ketua                                                  : Hamri Al Jauhari
Wakil Ketua                                   : Drs. Sonhaji
WakilKetua                                    : Rahman Windhiarto
Wakil Ketua                                       : Drs. Andi Hariyadi
Wakil Ketua                                       : Sharoni Tamim
Sekretaris                                          : Hasan Madjuri
Bendahara                                        : Drs. Asmin

Tahun 1994-1998
Ketua                                                  : Drs.Hasan Madjuri
Wakil Ketua                                       : Halim Mustafa Kamal SH.MA
Wakil Ketua                                       : Mardjono.MA
Wakil Ketua                                       : Rahman Windhiarto
Wakil Ketua                                       : Drs.Kaumin Chamidun
Sekretaris                                          : Drs.Andi Hariyadi
Wakil Sekretaris                               : Drs. Muhadi
Wakil Sekretaris                               : Syaiful Huda
Bendahara                                        : Romadhon

Tahun 1998-2002
Ketua    : Halim Musthofa Kamal,SH (1998-2000), Karena Halim Musthafa   Kamal,SH terpilih menjadi anggota PDM Kota Surabaya, maka dilanjutkan Drs.Imam Subari (2000-2002)
Wakil Ketua                                         : Kaumin Chamidun
Wakil Ketua                                         : Aditio Yudono
Wakil Ketua                                         : Moh.Saiful
Sekretaris                                            : Ir.Thoha Afifi
Bendahara                                           : Poerbo Kuntjoro

Tahun 2002 - 2006
Ketua                                                       : Aqib Zarnuji,S.Ag, M.Ag
Wk.Ketua                                                 : Murtdlo,S.IP
Wk.Ketua                                                 : Djono Tehyar
Wk.Ketua                                                 : Muhamad Jemadi,M.Ag
Wk.Ketua                                                 : Musa Abdullah,S.Ag
WkKetua                                                  : H.Abdillah Rasyidin,S.Ag
Sekretaris                                                : Muhammad Arif AN
Wk.Sekretaris                                         : Mukhlasin,ST
Wk.Sekretaris                                         : H.Sjaiful Alam,ST
Bendahara                                              : Ali Fauzi,S.Ag
Wk.Bendahara                                       : Subhan Kurniawan,ST
Wk. Bendahara                                      : Ach.Zainul Arifin,Amd


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA<><><><><>Semoga Kehadiran Kami Bermanfaat Bagi Kita Bersama
banner