6/30/25

Mewujudkan Keadilan Pendidikan sebagai Pilar Transformasi Pembangunan Indonesia

Oleh: Ahmad Fathullah 

PENDAHULUAN 
Pendidikan adalah hak dasar warga negara yang dijamin oleh konstitusi Indonesia. Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.” Namun demikian, realitas di lapangan masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam hal akses, mutu, dan hasil pendidikan. Kesenjangan ini, jika tidak diatasi secara sistematis, akan memperlemah fondasi pembangunan Indonesia menuju negara maju pada 2045[^1].

6/19/25

7 Skill Penting yang Dibutuhkan Mahasiswa Era Digital


Era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi mahasiswa dalam menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan masyarakat. Berikut tujuh skill penting yang wajib dimiliki mahasiswa untuk sukses di era digital ini:

  1. Literasi Digital Mahasiswa harus memiliki kemampuan mencari, mengelola, menganalisis, serta mengevaluasi informasi dari internet secara bijak dan kritis. Literasi digital membantu mahasiswa menghindari informasi palsu (hoaks) dan meningkatkan kualitas karya akademik.

  2. Keterampilan Komunikasi Digital Di era digital, komunikasi lebih banyak dilakukan melalui platform digital seperti email, media sosial, dan aplikasi chat. Mahasiswa harus mampu menyampaikan pesan secara jelas, sopan, dan efektif dalam komunikasi virtual.

  3. Keterampilan Pemrograman Dasar Pemrograman dasar seperti HTML, CSS, Python, atau JavaScript membantu mahasiswa memahami logika teknologi yang saat ini mendominasi berbagai industri. Pemahaman ini meningkatkan daya saing dalam pasar kerja modern.

6/16/25

Santri Zaman Now: Antara Tradisi, Teknologi, dan Tanggung Jawab Sosial

Kata kunci utama: santri modern, peran santri, teknologi dan Islam


Santri, dalam sejarahnya, dikenal sebagai pilar utama pendidikan Islam di Indonesia. Mereka adalah pembelajar ilmu agama yang tinggal di pesantren dan dididik dalam lingkungan yang sarat nilai-nilai keislaman, kesederhanaan, dan kedisiplinan. Namun di era digital ini, peran santri tak lagi hanya berada di balik tembok pesantren. Mereka kini berada di garda terdepan dalam menjembatani tradisi Islam klasik dengan tantangan zaman modern yang serba digital.

🔹 Tradisi yang Tetap Relevan

Meski teknologi berkembang pesat, nilai-nilai tradisi pesantren masih sangat relevan. Santri tetap belajar kitab kuning, mempelajari fikih, akidah, tasawuf, serta memperdalam pemahaman Al-Qur'an dan hadis. Ini adalah pondasi yang tak tergantikan, membentuk karakter dan keilmuan seorang santri.

Namun, nilai tradisi itu tidak berarti menutup diri dari perkembangan. Justru, tradisi yang kuat adalah modal untuk menyaring mana yang baik dan buruk dari perkembangan zaman. Santri yang kuat akarnya dalam tradisi, akan mampu menghadapi modernitas tanpa kehilangan identitas.

6/12/25

Peran Sosial Masjid dalam Pemberdayaan Masyarakat

Kata kunci utama: peran masjid, pemberdayaan sosial, masyarakat Islam

Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat peradaban umat Islam. Sejak zaman Rasulullah ï·º, masjid telah menjadi jantung aktivitas masyarakat Muslim—tempat untuk beribadah, belajar, bermusyawarah, bahkan mengatur strategi sosial-politik. Di era modern ini, peran masjid perlu dikembalikan dan diperluas agar mampu menjawab tantangan zaman serta menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat.

🔹 Masjid di Masa Rasulullah ﷺ: Sentra Keumatan

Sejarah mencatat bahwa Masjid Nabawi di Madinah bukan sekadar rumah ibadah. Masjid itu menjadi pusat segala aktivitas umat:

  • Tempat pendidikan dan pengajaran Al-Qur'an

  • Markas diplomasi dan perencanaan strategi dakwah

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94