6/4/15

SOAL UTS STATISTIK

Dosen: Rusman, M.Pd.I

1.      Sebutkan 4 macam pengertian Statistik.
yang pertama, Statistika kadang diberi pengertian sebagai ´data statistik´ yaitu kumpulan bahan yang keterangannya berupa angka atau bilangan. Dan dengan istilah lain Statistik´ adalah deretan atau kumpulan angka yang menunjukkanketerangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu.Misalnya: statistika penduduk, statistika pertanian, statistika perdagangan,statistika pendidikan, statistika keagamaan. Dalam hal ini statistika penduduk terkandung pengertian kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka yang berhubungan dengan bidang kependudukan (angkakelahiran, angka kematian, angka perkawinan, angka perpindahan penduduk). 
yang kedua, Statistika diberi pengertian sebagai 'kegiatan statistik´ atau 'kegiatan perstatistikan´ atau 'kegiatan penstatistikan´ yang mencakup 4 hal, yaitu : Pengumpulan data, Penyusunan data, Pengumuman dan pelaporan data, Analisis data. Misalnya: 'Biro Pusat Statistik´, terkandung pengertian: sebuah biro pada tingkat pusat, yang mempunyai keguiatan pokok dalam bidang: pengumpulan data, penyajian data, dan penganalisisan data.
yang ketiga, Statistika sebagai metode statistik yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun/mengatur, menyajikan,menganalisis dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa sehingga kumpulan bahanketerangan yang berupa angka 'itu dapat berbicara´ atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu. 
yang keempat, Statistika diberi pengertian sebagai ilmu statistik. Ilmu statistik tidak lainadalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secarailmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.


2.      Syarat apakah yang harus dipenuhi oleh sekumpulan angka atau bilangan, sehingga ia dapat disebut data statistic. ?
1.      Objektif, yang berarti bahwa data yang ditampilkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Misalnya, jumlah penduduk miskin di suatu kota sebanyak 1 juta jiwa, maka yang harus dilaporkan harus dengan jumlah 1 juta, jika kurang atau lebih maka akan berimbas pada pengambilan kebijakan yang salah untuk penduduk miskin seperti raskin dan BLT. 
2.      Representatif, yang berarti bahwa data yang tersedia harus mewakili objek yang diamati. Misalnya, data tentang harga barang yang diambil tidak hanya dari pasar tradisional tetapi juga pasar modern, data tentang konsumsi beras tidak hanya diambil di daerah perkotaan saja tetapi juga di daerah pedesaan. 
3.      Kesalahan baku (standard error) kecil. Data yang diperoleh dari hasil survey biasanya memiliki kesalahan baku, baik yang diperoleh dari sampling error maupun non sampling error. Namun hasil estimasi yang diperoleh diharapkan mendekati parameter atau nilai dari populasinya. Agar mendekati nilai parameternya maka kesalahan baku harus sekecil mungkin agar keputusan yang diambil tepat sasaran. 
4.      Tepat waktu. Terkadang kita membutuhkan data yang paling up to date untuk mengambil suatu keputusan. Misalnya, pemerintah tahun ini (2014) ingin melakukan perbaikan bangunan SD yang rusak, maka data yang diperlukan adalah data jumlah bangunan SD yang rusak yang terkini (tahun 2014 atau 2013), bukan data jumlah bangunan SD yang rusak tahun 2010, karena pemerintah ingin melihat gambaran terakhir jumlah bangunan SD yang rusak. 
5.      Relevan, yang berarti bahwa data yang dikumpulkan harus relevan dengan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya, kebijakan pemerintah dalam impor sapi, maka data yang dibutuhkan adalah produksi daging sapi di Indonesia atau data jumlah sapi tahun berjalan. 



3.      Jelaskan apa yang disebut :
a.       data kontinyu :
data yang sifatnya sinambung atau kontinyu, nilainya bisa berupa pecahan. Contoh data kontinyu adalah data tentang hasil panen padi, panjang jalan, berat sapi dan sebagainya

b.      data deskrit :
data yang sifatnya terputus-putus, nilainya bukan merupakan pecahan (angka utuh). Contoh data diskrit adalah data tentang jumlah penduduk, kendaraan dan sebagainya

c.       data interval :
Data interval Pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain, yakni jarak yang sama pada pengukuran dinamakan data interval. Data ini memperlihatkan jarak yang sama dari ciri atau sifat objek yang diukur. Akan tetapi ukuran interval tidak memberikan jumlah absolut dari objek yang diukur. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan skala interval dinamakan data interval. Misalnya tentang nilai ujian 6 orang mahasiswa, yakni A, B, C, D, E dan F diukur dengan ukuran interval pada skala prestasi dengan ukuran 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, maka dapat dikatakan bahwa beda prestasi antara mahasiswa C dan A adalah 3 – 1 = 2. Beda prestasi antara mahasiswa C dan F adalah 6 – 3 = 3. Akan tetapi tidak bisa dikatakan bahwa prestasi mahasiswa E adalah 5 kali prestasi mahasiswa A ataupun prestasi mahasiswa F adalah 3 kali lebih baik dari prestasi mahasiswa B. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala interval ini akan diperoleh data interval. Alat analisis (uji hipotesis asosiatif) statistik parametrik yang lazim digunakan untuk data interval ini adalah Pearson Korelasi Product Moment, Partial Correlation, Multiple Correlation, Partial Regression, dan Multiple Regression.

d.      data ordinal :
bagian lain dari data kontinum adalah data ordinal. Data ini, selain memiliki nama (atribut), juga memiliki peringkat atau urutan. Angka yang diberikan mengandung tingkatan. Ia digunakan untuk mengurutkan objek dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, atau sebaliknya. Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap objek, tetapi hanya memberikan peringkat saja. Jika kita memiliki sebuah set objek yang dinomori, dari 1 sampai n, misalnya peringkat 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya, bila dinyatakan dalam skala, maka jarak antara data yang satu dengan lainnya tidak sama. Ia akan memiliki urutan mulai dari yang paling tinggi sampai paling rendah. Atau paling baik sampai ke yang paling buruk. Misalnya dalam skala Likert (Moh Nazir), mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju sampai sangat tidak setuju. Atau jawaban pertanyaan tentang kecenderungan masyarakat untuk menghadiri rapat umum pemilihan kepala daerah, mulai dari tidak pernah absen menghadiri, dengan kode 5, kadang-kadang saja menghadiri, dengan kode 4, kurang menghadiri, dengan kode 3, tidak pernah menghadiri, dengan kode 2 sampai tidak ingin menghadiri sama sekali, dengan kode 1. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala ordinal ini akan diperoleh data ordinal. Alat analisis (uji hipotesis asosiatif) statistik nonparametrik yang lazim digunakan untuk data ordinal adalah Spearman Rank Correlation dan Kendall Tau.

e.       data primer :
data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan mengenakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data primer ini disebut juga dengan Data Tangan Pertama

f.       data sekunder
data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data sekunder ini disebut juga dengan Data Tangan Kedua

4.      Usia Ahmad saat ini mencapai 8 tahun
Usia Badrun pada saat yang sama mencapai 15 tahun
So’al :
a.       Berapakah nilai nyata usia Ahmad ?
b.      Sebutkan Batas Bawah Nyata (lower limit) usia Badrun; sebutkan pula Batas Atas Nyata (upper limit) usia Badrun itu.

5.      a.     Intervl   40 – 49; tentukan Midpoinnya
c.        Interval 37 – 40; berapakah nilai Relatifnya
d.      Interval  59  -  78; berpakah nilai Nyatanya
e.       Interval  35 – 40; berapakah lower limitnya
f.       Interval  71 – 75; berapakah upper limitnya

6.      Bulatkan sampai tiga angka di belakang tanda decimal
a.       0,11150789     b. 0,78550699     c. 1,70051895
d.      0,00063087     e.  9,91178650     f. 5,55550067

7.      Ubahlah ke dalam sistem decimal
a.       1/7           b. 5/39          c. 135/411

8.      Kuadratkan, kemudian bulatkan sampai dengan tiga angka di belakang tanda decimal;
a.       0,9971          b. 123,567           c. 596,116



Statistik Pendidikan
Nama : ___________________________
Nim    : ___________________________

TABEL KERJA STATISTIK
Subyek
X
Y
X
y
Xy
x²
y²
A
6,5
7,5
0,0
+0,8
0,00
0,00
0,64
B
5,8
5,6
-0,7
-1,1
+0,77
0,49
1,21
C
7,2
6,6
+0,7
-0,1
-0,07
0,49
0,01
D
6,9
6,4
+0,4
-0,3
-0,12
0,16
0,09
E
7,6
6,9
+1,1
+0,2
+0,22
1,21
0,04
F
6,7
6,2
+0,2
-0,5
-0,10
0,04
0,25
G
6,2
5,9
-0,3
-0,8
+0,24
0,09
0,64
H
5,6
5,8
-0,9
-0,9
+0,81
0,81
0,81
I
6,8
6,1
+0,3
-0,6
-0,18
0,09
0,36
J
6,0
7,1
-0,5
+0,4
-0,20
0,25
0,16
K
6,4
7,4
-0,1
+0,7
-0,07
0,01
0,49
L
6,2
7,2
-0,3
+0,5
-0,15
0,09
0,25
M
7,2
6,3
+0,7
-0,4
-0,28
0,49
0,16
N
6,5
6,7
0,0
0,0
0,00
0,00
0,00
O
6,3
6,5
-0,2
-0,2
+0,04
0,04
0,04
P
6,6
7,6
+0,1
+0,9
+0,09
0,01
0,81
Q
5,8
5,9
-0,7
-0,8
+0,56
0,49
0,64
R
6,3
7,3
-0,2
+0,6
-0,12
0,04
0,36
S
7,4
7,8
+0,9
+1,1
+0,99
0,81
1,21
T
6,0
7,2
-0,5
+0,5
-0,25
0,25
0,25
N=20
∑X=130
∑Y=134
∑x=0
∑y=0
∑xy=+2,18
∑x²=5.86
∑y²=8,42

1.      Berapakah jumlah skor X, dan Y dari N = 20
2.      Hitunglah Mx dan My dari masing-masing skor tersebut lengkap dengan tanda matematik.
3.      Berapakah jumlah skor xy
4.      Berapakah jumlah skor x² dan y²

Cara menjumlahkan Mx   :
Jumlah yang bertanda -  : 0,7+0,3+0,9+0,5+0,1+0,3+0,2+0,7+0,2+0,5  =  4,4
Jumlah yang bertanda + : 0,7+0,4+1,1+0,2+0,3+0,7+0,1+0,9  =  4,4
4,4 – 4,4  =  0
Cara menjumlahkan My  :
Jumlah yang bertanda  -  : 1,1+0,1+0,3+0,5+0,8+0,9+0,6+0,4+0,2+0,8  =  5,7
Jumlah yang bertanda  +  : 0,8+0,2+0,4+0,7+0,5+0,9+0,6+1,1+0,5  =  5,7
5,7 – 5,7  = 0

Cara menjumlahkan  xy  :
Jumlah yang bertanda  -  : 0,07+0,12+0,10+0,18+0,20+0,07+0,15+0,28+0,12+0,25  =  1,54
Jumlah yang bertanda  +  : 0,77+0,22+0,24+0,81+0,04+0,09+0,56+0,99  =  3,72
3,72  -  1,54  =  2,18


1.    Cara menghitung  korelasi product moment dengan menggunakan Standar Deviasi
SDx  =     =      =      =   0,541
SDy  =     =      =      =   0,649
Mencari   dengan rumus  =   =  =  = 310

Tabel ’r’ Product Moment
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
5%
1%
5%
1%
5%
1%
3
0,997
0,999
26
0,388
0,496
50
0,279
0,361
4
0,950
0,990
27
0,381
0,487
55
0,266
0,345
5
0,878
0,959
28
0,374
0,478
60
0,254
0,330
6
0,811
0,971
29
0,367
0,470
65
0,244
0,317
7
0,754
0,874
30
0,361
0,463
70
0,235
0,306
8
0,707
0,834
31
0,355
0,456
75
0,227
0,296
9
0,666
0,798
32
0,349
0,449
80
0,220
0,286
10
0,632
0,765
33
0,344
0,442
85
0,213
0,278
11
0,602
0,735
34
0,339
0,436
90
0,207
0,270
12
0,576
0,708
35
0,334
0,430
95
0,202
0,263
13
0,553
0,684
36
0,329
0,424
100
0,195
0,256
14
0,532
0,661
37
0,325
0,418
125
0,176
0,230
15
0,514
0,641
38
0,320
0,413
150
0,159
0,210
16
0,497
0,623
39
0,316
0,408
175
0,148
0,194
17
0,482
0,606
40
0,312
0,403
200
0,138
0,181
18
0,468
0,590
41
0,308
0,398
300
0,113
0,148
19
0,456
0,575
42
0,304
0,393
400
0,098
0,128
20
0,444
0,561
43
0,301
0,389
500
0,088
0,115
21
0,433
0,549
44
0,297
0,384
600
0,080
0,105
22
0,423
0,537
45
0,294
0,380
700
0,074
0,097
23
0,413
0,526
46
0,291
0,376
800
0,070
0,091
24
0,404
0,515
47
0,288
0,372
900
0,065
0,086
25
0,396
0,505
48
0,284
0,368
1000
0,062
0,081



49
0,281
0,364




DAFTAR HADIR PERKULIAHAN
Mata Kuliah       : …………………………….                        
Pertemuan ke ……
Pokok bahasan : ……………………………..   Hari/Tanggal………
NO
N I M
NAMA MHASISWA
TANDA TANGAN
1



2



3



4



5



6



7



8



9



10



11



12



13



14



15



16



17



18



19



20



21



22



23



24



25



26



27



28



29



30




Dosen Pengampu MK                                                                                                                   
TUGAS  1           Nama : ……………..

Menghitung frekuensi, frekuensi kumulatif bawah, frekuensi kumulatif atas dari score 60 siswa

80 70 60 50 60 70 80 90 50 70
60 90 50 70 80 80 60 70 60 90
85 75 95 65 55 85 85 65 55 75
95 55 65 75 85 65 75 95 85 55
60 90 50 70 80 80 60 70 60 90
                  95 55 95 65 55 85 85 65 55 75
                   Buatlah table yang terdiri dari empat kolom, kolom 1 berisi skor 60  
                siswa, kolom 2 berisi frekuensi masing-masing skor, kolom 3 berisi
                frekuensi kumulatif bawah, kolom 4 berisi frekuensi kumulatif atas.

5/24/15

Jawaban UAS Teknologi dan Media Pembelajaran




SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER
SEMESTER GANJIL
FAKULTAS AGAMA ISLAM

Nama                                  : Ahmad Fathullah
Mata Kuliah                        : Teknologi dan Media Pembelajaran PAI
Semester                            : VI (Enam)
Dosen                                 : Shokhibul Arifin, M.Pd.I
Petunjuk:


Soal :                                              
1.      Bagaimana anda menempatkan konsep dan aplikasi pembelajaran berbasis komputer di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah? Lakukan analisis kritis terhadap penerapan pembelajaran berbasis komputer model drill and practice, tutorial, simulasi, dan games di sekolah/madrasah.
JAWABAN NO. 1
Sebelum mengerjakan program drill and practice,siswa dianggap telah mempelajari materi pelajaran.Meskipun programnya sederhana,namun aspek-aspek umpan balik dan penilaian harus ada.Bentuk soal latihan dapat berupa pilihan ganda,mengisi,atau benar-salah,sedangkan kesempatan jawaban dapat dilakukan berulang kali bila salah.Adapun pengertian dari model-model pembelajaran CAI,diataranya:
A.    Program CAI Simulasi
Merupakan suatu presentasi atau model dari suatu kejadian nyata atau imajinasi dari suatu obyek, sistem atau beberapa kejadian. Program CAI simulasi masih mengandung elemen-elemen pokok dari sesuatu yang disimulasikan. Program CAI dengan model simulasi memungkinkan siswa memanipulasikan tanpa harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan. Siswa seolah-olah terlibat dan mengalami kejadian sesungguhnya dan umpan balik diberikan sebagai akibat dari keputusan yang diberikannya.
B.     Program CAI games instructional
Memiliki kelebihan yaitu mampu mendorong motivasi tinggi siswa. Terkadang ada mata pelajaran yang kurang menarik minat dan motivasi siswa, maka guru dapat menggunakan program CAI games instructional yang terintegrasi dan terseleksi secara baik. Program CAI instructional games dapat memberikan penguatan dalam mengajar keterampilan, konsep dan informasi. CAI permainan menawarkan kepada siswa kemungkinan-kemungkinan yang sangat menarik, tetapi hal itu harus terkait dengan tujuan utama dan yang terpenting dalam mengembangkan dan memberi penguatan yaitu menyaring beberapa aspek proses belajar. CAI permainan harus tetap menggunakan nilai-nilai pendidikan sebagai tujuan utamanya. Umumnya CAI model permainan terkait dengan bentuk kompetisi sebagai komponen motivasi.
C.     Program CAI problem solving
Menyajikan situasi (masalah) pada komputer yang diselesaikan melalui suatu proses deduksi logika, sintesis dan implementasi. CAI problem solving, seperti halnya CAI simulasi, yang dikembangkan dengan melibatkan komputer digunakan untuk meningkatkan proses mengajar dan meningkatkan strategi pemecahan masalah tingkat tinggi.
D.    Program CAI tutorial
Merupakan suatu program yang dirancang untuk bertindak sebagai tutor atau guru. CAI tutorial menyajikan informasi atau konsep baru melalui monitor, dan siswa diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan informasi atau konsep baru tersebut. Komputer berperan layaknya sebagai seorang guru. Siswa harus bisa berpartisipasi aktif dalam proses belajarnya dengan berinteraksi dengan komputer. Materi pelajaran dalam satu sub pokok bahasan disajikan lebih dulu kemudian diberikan soal latihan. Respon siswa kemudian dianalisis komputer dan siswa diberi umpan balik sesuai dengan jawabannya. CAI tutorial juga memberikan alternatif percabangan sub pokok bahasan, sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan persyaratan sub pokok bahasan tersebut. Semakin bervariasi alternatif percabangan sub pokok bahasan, maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.
Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa. Program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa. Keuntungan tersebut terdiri dari: (1) interaksi belajar, (2) belajar secara individual, dan (3) Efisiensi. Tidak seperti layaknya guru kelas, program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Dengan menggunakan teknik percabangan dan interaktif, CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenankan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar. Untuk kasus siswa yang memiliki kelambatan dalam belajar, program CAI tutorial akan dapat melayani sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain.
Sedang menurut Soulier,program CAI dapat diklasifikasikan menjadi 6 strategi,yakni: (1) tutorials, (2) drill and practice, (3)simulations,(4) problem solving, (5) discovery Laboratory, and (6) games (J.Steven Soulier : 1988) Ditinjau dari peran apa yang diperankan program komputer, Merril secara spesifik menyatakan bahwa CAI merupakan penggunaan computer untuk membantu dalam aktivitas pembelajaran.Pada umunya digunakan dengan mengacu penerapan tutor,seperti misalnya member drill and practice,tutorials,simulation,and games (Paul F.Merril et al : 1996). Definisi ini selaras dengan Tailor dalam Merrill,yang menyatakan bahwa semua aplikasi computer dalam pendidikan dapat diklasifikasi sebagai tutor,tool atau tutee.
Dari keempat kajian diatas terdapat kesamaan dalam memandang perlunya pengklasifikasian program CAI, yaitu untuk menentukan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan belajar dan belajar dan bagaimana materi ajar akan disajikan oleh komputer.
Patrick Suppens dan Richard Atkinson merupakan orang pertama yang menggunakan program CAI format drill and practice untuk bidang aritmatika dan membaca. Program CAI format drill and practice terdiri dari serangkaian soal-soal latihan guna meningkatkan keterampilan dan kecepatan berfikir pada materi ajar materi yang berkaitan dengan matematika dan bahasa asing Semakin bervariasi alternative percabangan sub pokok bahasan,maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa.Sebuah penelitian lintas negara dilakukan oleh Simonson dan Thompson yang mengemukakan bahhwa program CAI tutorial tidak dapat meniru pengetahuan individu guru dalam berinteraksi dengan seorang siswa. Dilain pihak,program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa.Keuntungan tersebut terdiri dari: (1)interaksi belajar ,(2) belajr secara individual ,dan (3) Efisiensi. Program CAI tutorial yang dirancang secara baik akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan materi ajar yang tersjikan melalui monitor serta untuk berpartisifasi aktif dalam pengalaman belajarnya.Siswa harus memiliki kesempatan untuk melatih gagasan baru,bertanya,menguji hipotesis dan memeriksa kembali cakupan materi yang telah dipelajarinya.Tidak seperti layaknya guru kelas ,program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
Dengan menggunakan tekhnik percabangan dan interaktif,CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenalkan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar.Untuk kasus siswa yang memilki kelambatan belajar,program CAI tutorial akan dapat meleyani sesuai dengan kebutuhan siswa,sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain (Simonson and Thompson :1994).
E.     Guru kelas
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi pengunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu computer . Dengan memaksimal kan peran satu komputer di kelas, siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar. Inisiatif guru kelas untuk sering-sering berkonsultasi dengan guru TIK juga diperlukan. Dengan demikian guru TIK bisa membantu mewujudkan apa keinginan dari guru kelas dalam kaitannya dengan integrasi TIK. Guru kelas juga bisa memulai mengajarkan langkah-langkah dalam melakukan riset yang sederhana bagi siswa (metode big six). Banyak dari cabang dalam TIK yang memang membantu siswa dalam melakukan riset atau menampilkan hasil pembelajaran yang dilakukan siswa. Misalnya internet dan CD Rom yang bisa membantu mendapatkan informasi dalam waktu cepat. Apabila guru sudah membelajarkan siswa cara mencari informasi dan melakukan riset, siswa akan lebih efisien dan efektif dalam mencari informasi
Berikut ini contoh integrasi yang bisa guru kelas lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan guru TIK di lab komputer maupun dengan komputer yang ada dikelas, kegiatannya antara lain;
a.       Membuat diagram
b.      Membuat rentang waktu (time line)
c.       Membuat grafik
d.      Membuat sajak atau naskah
e.       Membuat karya video
f.       Memproduksi rekaman suara seperti orang sedang melakukan siaran radio atau pendongeng
g.      Membuat karya puisi, cerita atau naskah pementasan
h.      Merancang booklet
i.        Merancang brosur atau atribut pelengkap kampanye lingkungan hidup misalnya.
j.        Membuat peta pikiran
k.      Membuat lukisan dengan komputer
l.        Membuat komik
m.    Membat denah ruangan
n.      Memutar CD Rom
o.      Mencari informasi di internet

F.      Peran guru TIK
Selain bertanggung jawab dalam berlangsungnya suasana pembelajaran di ruang komputer, guru TIK juga menjadi tempat bertanya dari guru kelas serta pihak yang berkepentingan dalam bidang TIK disekolah. Guru TIK selayaknya mempunyai jam khusus setelah pulang sekolah secara rutin untuk melatih keterampilan serta menjadi teman dialog untuk semua guru kelas. Bersama guru kelas, dan berbekal kurikulum TIK yang dibuat bersama-sama guru lain disekolah, guru TIK bertugas merancang kira-kira hal apa dalam TIK yang bisa membuat siswa menjadi terbantu belajarnya. Tugas apa yang bisa diberikan dalam kaitannya dengan pembelajaran dikelas dan demikian menjadikan pembelajaran dikelas menjadi aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Secara rutin guru TIK juga mengirim karya siswa sebagai portfolio untuk menunjukan kepada orang tua siswa mengenai hal apa yang siswa pelajari disekolah. Jangan lupa saat mengajar guru TIK memberikan semangat serta dorongan agar siswa tidak takut untuk salah, mau mencoba serta percaya diri. Siswa secara terus menerus didorong untuk menggunakan TIK dalam kaitannya dengan higher order thinking (menganalisa, menciptakan dan mengevaluasi)
Guru TIK mempunyai tanggung jawab dalam membekali siswa dengan keterampilan
a)      Komputer dasar
b)      Pengolah kata
c)      Database dan spreadsheet
d)     Internet dan email
e)      Multimedia
f)       Etika

2.      Penerapan ICT (Information Communication Technology) di sekolah selalu berbenturan dengan sarana dan prasarana yang ada. Menurut anda bagaimanakah usaha pemerintah, sekolah/madrasah dan masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut. Berikan analisis komprehensip berdasarkan fakta yang ada.
JAWABAN NO. 2
Sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Padahal jika sedikit demi sedikit anggaran dipergunakan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menampilkan fasilitas TIK sebagai nilai jual, terutama bagi sekolah swasta.
Berapapun anggaran yang telah dibelanjakan oleh pihak sekolah akan menjadi sia-sia apabila sekolah tidak melakukan;
a.       Menjelaskan kepada seluruh staff mengenai keterampilan apa yang harus dimiliki siswa dalam menghadap abad 21.
b.      Pelatihan yang berkelanjutan, serahkan pada pihak guru TIK sebagai orang yang akan melatih guru-guru yang lain
c.       Bentuk pelatihan yang bersifat TOT atau training of trainer.
d.      Dalam forum rapat atau evaluasi program, sempatkan adakan forum TIK . Sebuah ajang untk berbagi kisah sukses dalam penggunaan TIK.


  


3.      Indonesia adalah salah satu negara yang berusaha mengurangi digital devide diantara penduduknya melalui penggunaan teknologi komputer dalam berbidang kehidupan. Kebijakan pemerintah atas pengunaan TIK didasarkan kepada keppres No 50/2000 tentang pengadaan koordinir telematika Indonesia. Dalam pelaksanaannya kelompok kerja tersebut telah menyusun rencana kerja selama lima tahun untuk pengembangan dan pelaksanaan e-education yang tujuannya adalah: a) mempersiapkan suatu rancangan pengembangan sumber daya manusia dalam mengaplikasikan ICT, b) mengembangkan penerapan kurikulum dan pembelajaran di sekolah, universitas dan pusat-pusat pembelajaran, dan c) memfasilitasi penggunaan internet dengan efisien dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas :
a.       Menurut anda mungkinkah e-education dapat diterapkan di Indonesia? Kalau mungkin di jenjang pendidikan manakah yang cocok untuk diterapkan!
b.      Anda diminta untuk membuat analisis komprehensif tentang apa, mengapa dan bagaimana pembelajaran berbasis web (e-learning) diterapkan dalam pendidikan Islam!


JAWABAN NO. 3 ( A )
e-Education merupakan konsep strategis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas institusi pendidikan dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat Indonesia
Peranan e-education yang begitu banyak memberi kontribusi positif idealnya harus diterapkan di semua lini pendidikan di Indonesia. Dari pendidikan dasar, menengah hingga ke pendidikan tinggi. Dari perdesan hingga perkotaan. Namun pada kenyataannya penerapan pendidikan berbasis elektronik secara merata di tanah air bukan tanpa kendala alias tidak semudah membalikkan telapan tangan. Banyak sekali kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin pada institusi pendidikan.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau brainware, serta sejumlah kendala krusial lainnya, seperti proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. Soalnya, infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia belum cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Apalagi, seperti diketahui bahwa Cyber Law (undang-undang tentang dunia maya (internet-red)) belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.
Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia. dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan. Hal itu didukung oleh penetrasi komputer (PC) di Indonesia yang masih rendah.
Keterbatasan anggaran tak bisa dipungkiri menyebabkan keterbatasan pengembangan pendidikan di tanah air. Namun demikian, kontribusi positif yang besar bagi perkembangan pendidikan, e-education menjadi salah satu solusi menerobos keterbatasan pendidikan konvensional yang berlaku saat ini. Untuk itu bagaimanakah seharusnya agar penerapan e-education dapat merata di tanah air, menjadi pemikiran kita bersama untuk mencari solusi terbaiknya.
Intinya, pemerataan teknologi harus dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan pendidikan berbasis komputer dan internet.
Selain itu, penerapan media internet untuk pendidikan tidak bisa menggantikan peran guru. Hal itu dikarenakan tujuan pendidikan sendiri adalah pembentukan karakter. Jadi, sebelum cyber-education berbasis internet menyentuh seluruh lapisan masyarakat, alangkah baiknya jumlah guru di Indonesia dipenuhi terlebih dahulu. Teknologi mendasar seperti komputer harus dipenuhi terlebih dahulu.


JAWABAN NO. 3 ( B )
E-learning (singkatan dari electronic learning) adalah pembelajaran dan pengajaran yang menggunakan perangkat elektronik dalam menyampaikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan. Ada berbagai macam perangkat e-learning yang dapat digunakan, mulai dari LCD proyektor, aplikasi komputer online maupun offline,CD, materi multimedia, dan masih banyak lagi. E-learning memungkinkan siswa untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus ke tempat belajar,
e-learning membuat pembelajaran semakin efektif dan efisien. Tujuan e-learning adalah efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Berikut ini kelebihan atau manfaat dari e-learning:
  1.  Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
  2.  Siswa dapat belajar kapan dan dimana saja.
  3. Memberikan kesempatan bagi pelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
  4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.
  5. Mampu menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
  6. Mempermudah siswa dan guru untuk dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang.
  7. Interaksi antara siswa dan guru dapat dilakukan setiap saat, misal melalui chatting dan e-mail.
  8. Siswa akan berubah dari yang semula pasif menjadi aktif.
  9. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, dan buku-buku).
  10. Siswa dapat bergabung di forum diskusi setiap saat dengan wilayah geografi yang tak terbatas.
Selain e-learning memberikan banyak kelebihan atau manfaat, e-learning juga mempunyai kekurangan. Berikut kekurangan dan kendala penerapan e-learning:
  1. Pada awalnya membutuhkan biaya yang besar untuk membangun e-learning, terutama sekolah tertentu yang berada di daerah tertinggal.
  2. Guru dan siswa yang belum pernah mengenal perangkat e-learning akan kesulitan sehingga akan tertinggal.
  3. Guru dan siswa harus menyediakan waktu untuk mempelajari perangkat e-learning.
  4. Ada mata pelajaran yang mungkin tidak bisa diajarkan melalui e-learning.
  5. Tidak semua tempat atau daerah memiliki fasilitas internet dengan jaringan yang handal.
  6. Biaya internet masih mahal.
  7. Perangkat e-learning belum semua daerah dapat menikmati. Maksudnya masih ada daerah yang tertinggal yang belum mendapatkan atau menikmati perangkat e-learning sebagai media pendukung pembelajaran.
Dari kekurangan-kekurangan dan kendala akibat penerapan e-learning menyebabkan terhambatnya penerapan e-learning di Indonesia.

Jadi, penerapan e-learning tidak semudah apa yang kita pikirkan. Untuk menerapkan e-learning di Indonesia dibutuhkan dana yang sengat besar dan tentunya semua lembaga pendidikan harus saling mendukung agar penerapan e-learning di Indonesia berkualitas dan tidak sia-sia

About

Ahmad Fathullah, M.Pd.
Pendidikan • Keislaman • Muhammadiyah • Pengabdian
Surabaya, Jawa Timur
WhatsApp  •  Email
Facebook  •  Instagram: @a.fathullah94