7/31/25

Menyiapkan Pemimpin, Merawat Perjuangan


Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, pertanyaan mendasar bagi setiap organisasi adalah: siapa yang akan melanjutkan perjuangan ini setelah kita? Pertanyaan tersebut tidak sekadar retoris, tetapi menjadi panggilan penting untuk melakukan proses kaderisasi secara serius dan berkelanjutan.

Kaderisasi Bukan Sekadar Formalitas

Dalam banyak organisasi, kaderisasi kerap dipahami sebagai sebuah tahapan administratif ikut pelatihan, hadir di forum, lalu selesai. Padahal, hakikat kaderisasi jauh lebih dalam: proses pembentukan manusia. Seorang kader bukan hanya diukur dari seberapa sering ia hadir, tetapi seberapa kuat ia memahami nilai, menjaga komitmen, dan membawa semangat perubahan.

7/24/25

Pemaknaan Sakit dalam Masyarakat Modern Studi Kasus Asma Berdasarkan Konsep Health Belief Model dan Health Seeking Behavior

 


Oleh : Ahmad Fathullah

A.    PENDAHULUAN

Pemahaman tentang sehat dan sakit dalam masyarakat modern telah berkembang jauh melampaui definisi medis-biologis. Dalam konteks kontemporer, konsep sehat-sakit tidak hanya dilihat dari segi fisik atau biologis semata, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Paradigma ini dikenal dengan pendekatan biopsikososial dan menjadi dasar dari pengembangan teori-teori perilaku kesehatan, seperti Health Belief Model (HBM) dan Health Seeking Behavior (HSB). Salah satu penyakit yang sering menjadi contoh dalam konteks ini adalah asma—penyakit pernapasan kronis yang tidak hanya menimbulkan dampak fisiologis, tetapi juga membentuk respons psikososial individu dalam mengelolanya.

7/19/25

Mengapa Strategi Seragam Justru Membawa Kehancuran?

“Kegagalan terbesar dalam manajemen adalah menerapkan manajemen yang seragam untuk kondisi organisasi yang berbeda-beda.” Ungkapan dari Michel Porter ini tidak sekadar kalimat, tetapi peringatan keras bagi siapa pun yang memimpin organisasi.

Dalam pengalaman saya mengamati berbagai bentuk organisasi mulai dari lembaga sosial, komunitas, hingga dunia usaha pernyataan Porter terasa begitu nyata. Banyak pemimpin tergoda meniru kesuksesan organisasi lain, berharap bahwa dengan mengadopsi metode yang sama, hasil yang didapat akan serupa. Padahal, manajemen bukanlah sekadar “copy paste” strategi. Bagi saya, keberhasilan justru lahir dari keberanian memahami keunikan organisasi dan menemukan pendekatan yang sesuai dengan konteks.

Setiap organisasi ibarat manusia dengan kepribadian berbeda. Ada yang agresif, ada yang konservatif, ada pula yang bergerak lambat namun pasti. Budaya kerja, kompetensi sumber daya manusia, model bisnis, hingga visi misi adalah faktor-faktor yang membentuk karakter unik suatu organisasi.

7/7/25

STUNTING ANCAMAN KESEHATAN GLOBAL DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN SDM INDONESIA


Oleh : Ahmad Fathullah

A.    PENDAHULUAN

Stunting merupakan salah satu bentuk malnutrisi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Menurut WHO, stunting terjadi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, infeksi berulang, dan stimulasi lingkungan yang tidak memadai.[1] Masalah ini bukan hanya isu kesehatan, melainkan juga menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94