12/31/25

Cerita 365 hari ini hampir usai

Ahmad Fathullah, M.Pd
Aku menutupnya dengan menunduk bukan karena kalah, tetapi karena belajar berserah.

Setahun terakhir aku menjalani hidup dengan banyak jeda doa. Ada hari-hari ketika aku melangkah dengan yakin, namun lebih sering aku berjalan sambil bertanya: Ya Allah, apakah ini jalan yang Engkau ridai? Tidak semua hari terasa terang. Banyak di antaranya kulalui dengan iman yang naik-turun, hati yang lelah, dan keyakinan yang harus terus kuperbarui.

Aku mendapati diriku diuji bukan hanya pada hal besar, tetapi pada hal-hal kecil yang berulang. Kesabaran yang terkuras, keikhlasan yang dipertanyakan, dan niat yang harus terus diluruskan. Aku belajar bahwa ujian tidak selalu datang sebagai musibah, kadang ia hadir sebagai penundaan, kehilangan arah, atau rasa sepi di tengah keramaian.

Ada doa-doa yang kupanjatkan dengan sungguh-sungguh, namun jawabannya tidak datang seperti yang kubayangkan. Awalnya aku kecewa. Aku merasa usahaku belum cukup, imanku belum layak. Namun perlahan aku mengerti: Allah tidak pernah lalai. Ketika doa tidak dikabulkan sesuai harapanku, mungkin Allah sedang menyiapkanku agar mampu menerima bentuk jawaban yang lain.

Setahun ini aku belajar tentang sabar, bukan sabar yang pasif, tetapi sabar yang terus berikhtiar sambil menjaga hati. Aku belajar bahwa sabar bukan berarti diam tanpa usaha, dan tawakal bukan berarti menyerah tanpa langkah. Aku jatuh, aku bangkit, lalu aku belajar menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah, setelah berusaha semampuku.

Aku juga belajar tentang ikhlas, sesuatu yang sering kuulang dalam doa, namun sulit kulatih dalam kenyataan. Ikhlas menerima rencana yang berubah. Ikhlas melihat orang lain lebih dulu sampai. Ikhlas melepaskan sesuatu yang kusangka baik, namun ternyata bukan untukku. Dari situ aku sadar: ikhlas bukan tentang tidak sakit, tetapi tentang tidak memberontak pada ketetapan-Nya.

Ada saat-saat aku merasa jauh dari Allah, bukan karena Dia meninggalkanku, tetapi karena aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri. Terlalu fokus pada hasil, lupa menikmati proses. Terlalu khawatir pada masa depan, lupa mensyukuri hari ini. Namun setiap kali aku kembali, dalam doa yang lirih, dalam istighfar yang pelan, aku selalu menemukan bahwa pintu-Nya tidak pernah tertutup.

Aku diselamatkan oleh hal-hal sederhana: sujud yang memanjang, ayat yang terasa menegur, dan kesadaran bahwa nafasku masih diberi. Aku belajar bahwa selama Allah masih memberiku kesempatan untuk berdoa, berarti Dia belum selesai denganku. Selama aku masih bisa kembali, berarti aku masih dalam penjagaan-Nya.

Aku tidak keluar dari tahun ini sebagai hamba yang sempurna. Aku masih sering lalai, masih mudah lelah, dan masih belajar menata niat. Namun aku keluar sebagai hamba yang lebih sadar, bahwa hidup ini bukan tentang seberapa jauh aku melangkah, tetapi seberapa lurus aku berjalan di hadapan Allah.

Kini aku berdiri di penghujung tahun tanpa banyak tuntutan. Aku tidak membawa daftar keinginan panjang. Aku hanya membawa satu permohonan: Ya Allah, tetapkan hatiku di jalan-Mu. Jika langkahku keliru, luruskan. Jika aku tergesa, tenangkan. Jika aku putus asa, kuatkan.

Aku tidak lagi meminta hidup yang ringan. Aku hanya memohon iman yang cukup untuk menjalani yang berat. Aku ingin tetap rendah hati saat diberi, dan tetap bersyukur saat diuji. Aku ingin belajar ridha, bukan karena segalanya indah, tetapi karena aku percaya pada kebijaksanaan-Mu.

Tahun depan bukan awal yang kosong. Ia adalah lanjutan dari takdir yang telah Engkau tuliskan, dan aku berjalan di dalamnya sebagai hamba. Aku membawa luka sebagai pengingat agar tidak sombong. Aku membawa harapan sebagai doa yang terus kupanjatkan.

Jika suatu hari nanti aku kembali ragu, aku akan mengingat satu hal: Allah telah membawaku sejauh ini. Dia yang menjagaku dalam jatuh, Dia yang menguatkanku dalam lelah, dan Dia yang menuntunku kembali saat aku hampir lupa arah.

Cerita 365 hari ini hampir usai.
Namun penghambaan belum selesai.
Aku masih di sini
belajar taat, belajar sabar, belajar percaya
hingga waktuku benar-benar pulang kepada-Nya.

No comments:

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94