11/23/15

STAFFING DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : M. Fazlurrahman H., M.Pd.I





Oleh :
Ahmad Fathullah
( 20121550067 )

UNIVERSITAS MUHMMADIYAH SURABAYA FAKULTAS AGAMA ISLAM
TAHUN 2015
JL. Sutorejo No. 59 Surabaya 60113 Telp. (031)3811966 Fax. (031)3813096











BAB I

PENDAHULUAN
A.    LATAR BERLAKANG
Lembaga merupakan organisasi atau sekumpulan orang dalam ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Lembaga merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam proses menetepkan tujuan tersebut. Dalam suatu lembaga agar tujuan tersebut bisa tercapai maka diperlukan manajemen yang baik
Manajemen adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak  berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan. Yang dimaksud sumber disini adalah orang-orang. alat-alat, media, bahan – bahan, uang dan sarana. Semua diarahkan dan diordinasikan agar terpusat untuk menyeleseikan suatu tujuan.
Maka pada pembahasan makalah kali ini pemakalah akan membahas tentang staffing atau tata cara pengolaan keryawan. mulai dari proses pelaksanaanya sampai pada proses penigkatan profesionalitas sumber daya manusia tersebut.

B.     RUMUSAN MASALAH
1)      Bagaimana Perencanaan SDM ?
2)      Bagaimana Rekruitmen SDM ?
3)      Bagaimana Proses Seleksi SDM ?
4)      Bagaimana Pendidikan Dan Latihan ?
5)      Bagaimana Penilaian SDM ?
6)      Bagaimana Meningkatkan Profesionalisme SDM ?


C.     TUJUAN MAKALAH
1)      Untuk Mengetahui Perencanaan SDM
2)      Untuk Mengetahui Bagaimana Rekruitmen SDM
3)      Untuk Mengetahui Bagaimana Proses Seleksi SDM
4)      Untuk Mengetahui Bagaimana Pendidikan Dan Latihan
5)      Untuk Mengetahui Bagaimana Penilaian SDM
6)      Untuk Mengetahui Bagaimana Meningkatkan Profesionalisme SDM
 










BAB II

PEMBAHASAN
A.    Perencanaan SDM
Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapat dan memelihara kualisifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi  sekolah  dalam mencapai tujuan[1].
Ada beberapa pendekatan dalam perencanaan pendidikan antara lain, ialah pendekatan tuntutan sosial ketenaga kerjaan, biaya keuntungan,ekonomi,dan sebagainya. Perencanaan personalia terutama menyangkut pendekatan ketenaga kerjaan. Sebab itu pembahasan perencanaan ini memakai pendekatan ketenaga kerjaan.
Perencanaan personalia mencakup jumlah dan jenis keterampilan atau keahlain orang, ditempatkan pada pekerjaan yang tepat, pada waktu tertentu, yang dalam jangka panjang memberikan keuntungan bagi individu dan organisasi.
Komponen-komponen perencanaan dalam segi personalia ialah tujuan, perencanaan organisasi, pendataan personalia, menafsirkan kebutuhan personalia, dan program tindakan. Tujuan perencanaan sudah tentu mencakup menentukan kompotensi-kompotensi beserta jumlahnya masing-masing,dan cara menempatkan yang benar dalam jangka waktu yang tertentu. Atau dapat juga tujuan itu hanya terbatas kepada usaha pemenuhan tenaga, peningkatan kompetensi dan penempatan yang benar sebagai masalah yang harus diselesaikan oleh manajer pendidikan sesuai dengan uraian diatas.
Pendataan personalia ialah pengumpulan data personalia dalam lembaga pendidikan dan menganalsisnya biasanya untuk jangka waktu satu tahun. Informasi ini kemudian dibandingkan dengan informasi personalia pada organisasi yang sejenis. Perbandingan ini memberikan gambaran kepada para manajer tentang bagaimana keadaan personalia organisasinya, serta bagian mana personalia itu perlu ditambah dan ditingkatakan kemampuannya.
Sesudah kebutuhan personalia ditafsirkan atau ditentukan barulah menentukan program tindakan,ialah suatu program untuk membuat rencana tadi dapat secara tepat dilaksanakan. Program itu berisi keterampilan dan pendekatan yang dipakai untuk mewujudkan tujuan perencanaan personalia, sementara itu organisasi tetap berjalan seperti biasa[2].
perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerjaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut[3]

B.     Rekruitmen SDM
Rekrutmen adalah satu  proses penerimaan calon tenaga kerja pada satu unit kerja dalam satu organisasi atau  perusahaannya. Prosesnya dimulai saat akan kebutuhan merekrut karyawan baru dinyatakan hingga lamaran mereka diterima. Tugas tadi merekrut dibebankan pada departemen personalia, akan tetapi pada beberapa perusahaan besar yang melakukan  perekrutan hampir setiap waktu tugas ini kemudian di bebankan kepada spesialis yang disebut rekruter[4]. Tujuan dari rekrutmen adalah menyediakan kelompok calon tenaga kerja/guru yang cukup banyak agar kepala sekolah dapat memilih karyawan yang mempunyai kualifikasi yang mereka perlukan[5]. Sumber-sumber perekrutan para karyawan potensial lembaga pendidikan merupakan aspek penting dari keseluruhan strategi rekrutmen.

C.    Proses Seleksi SDM
Seleksi adalah suatu rekomendasi atau suatu keputusan untuk menerima atau menolak seseorang calon untuk pekerjaan tertentu berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk menjadi tenaga kerja yang berhasil pada pekerjaannya.
Dan menurut Sedarmayanti seleksi adalah kegiatan menentukan dan memilih tenaga kerja yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Seleksi bertujuan memutuskan masalah apakah seorang pelamar diterima bekerja atau tidak.[6]
Tugas seleksi ialah menilai sebanyak mungkin calon untuk memilih seseorang atau sejumlah orang (sesuai dengan jumlah yang diperlukan) yang paling memenuhi persyaratan pekerjaan yang ditetapkan semula.
D.    Pendidikan Dan Latihan
Program pelatihan merupakan program untuk melatih keterampilan yang dibutuhkan oleh guru.
Pendidikan mempunyai arti suatu perubahan di dalam prilaku, suatu perubahan jangka panjang yang berasal dari pengalaman atau latihan. Beberapa prinsip untuk belajar adalah:
  • Motivasi
  • Penguatan
  • Latihan
  • Materi yang relevan[7]
Tujuan  latihan dan pendidikan personalia adalah:
  1. Untuk meningkatkan kualitas output
  2. Untuk meningkatkan kuantitas output
  3. Merealisasikan perencanaan personalia
  4. Meningkatkan moral kerja
  5. Meningkatkan penghasilan atau kesejahteraan
  6. Meningkatkan kesehatan dan keamanan
  7. Mencegah ketuaan
  8. Untuk mengembangkan personalia[8]

E.     Penilaian SDM
Tujuan dari suatu penilaian adalah meningkatkan kecakapan seseorang untuk meningkatkan pelaksanaan niali tambah, mengindentifikasi kesulitan yang membatasi peningkatan ini, dan menyetujui suatu rencana untuk mencapai peningkatan yang telah diproyeksikan.
Penilaian dilakukan secara sistematis terhadap performan personalia dan potensi mereka untuk berkembang. Penilaian performan mencaakup prestasi kerja, cara bekerja, dan pribadi mereka. Sedangkan penilaian terhadap potensi untuk berkembang mencakup kreativitas dan hasil belajar atau kemampuan mengembangkan profesi/karier.
Kreativitas seseorang bisa dilihat dalam aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Orang yang kreatif ialah yang tidak puas hanya dengan kegiatan-kegiatan rutin, ia sering berinisiatif melakukan sesuatu yang belum pernah ada dilingkungan kerjanya,ia juga sering mengemukakan ide-ide yang baru.
kinerja ( prestasi kerja ) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.[9]
F.     Meningkatkan Profesionalisme SDM
Guru merupakan bagian dari tenaga kependidikan yang memiliki peran besar dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan keprofesian guru sangat penting mendapatkan porsi perhatian yang besar dalam pelaksanaan profesionalisme pendidikan.
Pelaksanaan profesionalisme di bidang pendidikan, pada dasarnya ditentukan oleh tiga bentuk mekanisme utama, yaitu adanya standar profesi dan kode etik jabatan, sertifikasi profesional, serta mekanisme akuntabilitas lembaga maupun SDM kependidikan. Standar kompetensi dan kode etik jabatan dimaksudkan agar setiap lembaga atau SDM dapat memelihara status profesionalisme setiap saat. Sertifikasi profesional dimaksudkan untuk meyakinkan klien bahwa pegawai memiliki kemampuan seperti yang dituntut oleh standar profesi dan kode etik jabatan. Juga untuk memberi jaminan kepada klien bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang sebaik mungkin. Sedangkan akuntabilitas profesional dimaksudkan agar mendapatkan keyakinan bahwa pelayanan yang diberikan dapat memberikan kepuasan kepada klien pendidikan.[10]
Pada hakikatnya kinerja guru adalah perilaku yang dihasilkan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar ketika mengajar di depan kelas, sesuai dengan kriteria tertentu. Kinerja seseorang Guru akan tampak  pada situasi dan kondisi kerja sehari-hari. Kinerja dapat dilihat dalam aspek kegiatan dalam menjalankan tugas dan cara/kualitas dalam melaksanakan kegiatan/tugas tersebut.













BAB III
PENUTUP
1.      Perencanaan sumber daya manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapat dan memelihara kualisifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi  sekolah  dalam mencapai tujuan
2.      Rekrutmen adalah satu  proses penerimaan calon tenaga kerja pada satu unit kerja dalam satu organisasi atau  perusahaannya. Prosesnya dimulai saat akan kebutuhan merekrut karyawan baru dinyatakan hingga lamaran mereka diterima
3.      Seleksi adalah suatu rekomendasi atau suatu keputusan untuk menerima atau menolak seseorang calon untuk pekerjaan tertentu berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan dari calon untuk menjadi tenaga kerja yang berhasil pada pekerjaannya.
kegiatan menentukan dan memilih tenaga kerja yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Seleksi bertujuan memutuskan masalah apakah seorang pelamar diterima bekerja atau tidak
4.      Penilaian adalah meningkatkan kecakapan seseorang untuk meningkatkan pelaksanaan niali tambah, mengindentifikasi kesulitan yang membatasi peningkatan ini, dan menyetujui suatu rencana untuk mencapai peningkatan yang telah diproyeksikan.
Pendidikan mempunyai arti suatu perubahan di dalam prilaku, suatu perubahan jangka panjang yang berasal dari pengalaman atau latihan. Program pelatihan merupakan program untuk melatih keterampilan yang dibutuhkan oleh guru.
5.      Penilaian adalah meningkatkan kecakapan seseorang untuk meningkatkan pelaksanaan niali tambah, mengindentifikasi kesulitan yang membatasi peningkatan ini, dan menyetujui suatu rencana untuk mencapai peningkatan yang telah diproyeksikan.
6.      Pelaksanaan profesionalisme di bidang pendidikan, pada dasarnya ditentukan oleh tiga bentuk mekanisme utama, yaitu adanya standar profesi dan kode etik jabatan, sertifikasi profesional, serta mekanisme akuntabilitas lembaga maupun SDM kependidikan
  












DAFTAR PUSTAKA

Ø Trisnawatisule, Ernie Dan Kurniawan, Saefullah, Pengantar Manajemen, (jakarta;  Kencana prenada Media Group, 2005)
Ø Pidarta, Made, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta; PT Rineke Cipta 2004)
Ø Yani, M, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Mitra Wacana Media; Jakarta 2012)
Ø Sedarmayanti. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen PNS (Bandung: PT Refika Aditama, 2011)
Ø Sabardi, Agus, Pengantar Manajemen, (Yogyakarta; Unit Penerbit dan Percetakan, 1987)
Ø Malayu, S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001)
Ø Budimansyah, Dasim, dan Ace Suryadi. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Indonesia Baru. (Jakarta: PT Genesindo.2010)























[1] Trisnawatisule Ernie Dan Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, (jakarta;  Kencana prenada Media Group, 2005), 197
[2] Pidarta Made, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta; PT Rineke Cipta 2004), 111-114
[3] M Yani, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Mitra Wacana Media; Jakarta 2012), 39
[4]  Ibid,  61.
[5] Ibid, 75
[6] Sedarmayanti. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen PNS (Bandung: PT Refika Aditama, 2011), 113.
[7] Sabardi Agus, Pengantar Manajemen, (Yogyakarta; Unit Penerbit dan Percetakan, 1987), 129
[8] Pidarta Made, Manajemen Pendidikan...............,  115
[9] Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), 34
[10] Budimansyah, Dasim, dan Ace Suryadi. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Indonesia Baru. (Jakarta: PT Genesindo.2010), 137 – 138
 



11/16/15

Soal UTS Teknologi dan Media Pembelajaran PAI

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER
SEMESTER GANJIL
FAKULTAS AGAMA ISLAM
Nama               : Ahmad Fathullah
Mata Kuliah    : Teknologi dan Media Pembelajaran PAI
Semester          : VI (Enam)
Dosen              : Shokhibul Arifin, M.Pd.I
Soal :
1.      Bagaimana Anda menempatkan konsep dan aplikasi Teknologi Informasi dalam konteks pendidikan? Lakukan analisis kritis terhadap penerapan TIK dalam pendidikan Islam dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia!
2.      “Pendidikan Islam yang Bermutu” saat ini sering dijadikan tema pokok dalam berbagai diskusi di berbagai forum. Anda diminta untuk membuat suatu kajian analisis dan komprehensip tentang : apa, mengapa dan bagaimana Teknologi Informasi dikembangkan dalam rangka menciptakan pendidikan Islam bermutu tersebut.(kajian dapat di fokuskan pada Sekolah/Madrasah, atau Perguruan Tinggi Islam).
3.      Bila anda menjadi pimpinan di sebuah lembaga pendidikan (misalnya kepala MI/Mts/MA, atau pimpinan lembaga lainnya) bagaimana anda melakukan pengembangan teknologi dan media pembelajaran berdasarkan analisis kebutuhan dilembaga saudara pimpin tersebut ? Analisis dilakukan pada teknologi dan media pembelajaran yang by design dan by utilization.
JAWABAN :
1.      Pemanfaatan tekhnologi informasi dalam pembelajaran PAI pada masa kini telah mulai berkembang, beragam bentuk system tekhnologi informasi dapat dipergunakan untuk menunjang pembelajaran khususnya PAI. Bentuk konsep  TIK dalam pembelajaran PAI yaitu :
a.       Penggunaan program powerpoint dalam proses pembelajaran PAI di kelas. Melalui proram tersebut, guru tinggal menulis poin-poin penting materi yang akan disampaikan. Agar lebih menarik, bisa juga guru menggunakan program macromedia flash. Tidak hanya tulisan yang dapat disampaikan ke peserta didik, tetapi juga dapat menampilkan suara atau video yang berkaitan dengan materi tersebut. Misalnya, dalam materi pembelajaran tentang Iman Kepada Hari Akhir, melalui program ini peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan materi tersebut, tetapi juga dapat ditampilkan ilustrasi tentang kiamat sughra dan kubra.
b.      Menggunakan e-mail untuk mengumpulkan tugas dari peserta didik. Sekarang ini yang biasa dilakukan guru kepada peserta didik dalam mengumpulkan tugas melalui buku atau kertas. Bisa dibayangkan bagaimana kalau guru mengajar di 18 kelas. Masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. Berarti ada 720 buku tugas atau makalah yang menumpuk dibawa atau di atas meja guru.
c.       Menggunakan mailing list untuk diskusi kelas yang diajarkan. Melalui mailing list guru dapat membuat grup atau kelompok sendiri, bisa berupa  satu kelas atau satu sekolah untuk berkomunikasi. Di sini guru PAI menginformasikan materi pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan ke depan via mailing list. Sedangkan seluruh anggota grup akan mengetahuinya dalam waktu yang bersamaan. Saat itu juga peserta didik dapat mendownload materi tersebut dari rumah atau dimanapun tempatnya asal ada jaringan internet. Selain itu, melalui mailing list guru dapat membuka ruang diskusi dengan peserta didik. Selama ini peserta didik kesempatan bertanya masih terbatas di ruang kelas, melalui program tersebut guru dapat membantu permasalahan yang dihadapi peserta didik kapanpun dan dimanapun mereka berada.
d.      Menggunakan web blog untuk pembelajaran di dalam atau luar kelas. Dibanding dengan fasilitas TIK, web blog lebih sempurna. Diantara kelebihannya adalah guru dapat menampilkan semua karya atau hasil pemikiran yang dimiliki. Webblog dapat digambarkan seperti surat kabar pribadi guru. Surat kabar tersebut mau diisi apa tergantung pada guru. Hubungannya dengan pembelajaran, guru dapat mengunggah (up load) semua materi pembelajaran PAI ke website. Melalui media ini peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi dengan ruang kelas. Tidak hanya materi pembelajaran, tetapi juga latihan soal, hasil ujian/ulangan atau materi lain yang berhubungan dengan materi PAI. Khusus hasil ujian, selama ini peserta didik atau orang tua hanya mengetahui hasil ujian miliknya sendiri, sedangkan hasil ujian temannya belum tentu tahu. Melalui webblog, peserta didik dapat melihat hasil ujian secara keseluruhan. Sehingga apabila ada kekeliruan, peserta didik atau orang tua dapat konfirmasi ke guru mata pelajaran tersebut.
Dari keempat penggunaan TIK dalam pembelajaran, apabila dilakukan oleh guru PAI, maka akan berdampak positif pada ketertarikan peserta didik terhadap mata pelajaran PAI di sekolah. Sehingga peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran PAI tidak terpaksa, melainkan kesadaran dari diri sendiri.
Dengan adanya pengembangan media dan TIK maka pembelajaran pada PAI akan bernilai dan bermutu dengan syarat Guru PAI menguasai strategi yang jitu, dapat menerapkan metode-metodenya dan menguasai materi sepenuhnya dengan penerapan media dan TIK.
2.      Istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
Tik sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari bahkan menjadi kebutuhan bagi manusia yang tidak bisa dipisahkan. Selain untuk komunikasi teknologi juga dapat digunakan dalam proses pengolahan data. Selain itu ada juga barang-barang elektronik yang menjadi kebutuhan manusia yaitu televise, handphone,PDA, komputer dan lain-lain
Lembaga pendidikan Islam harus ditata kembali sehingga program pendidikannya berorientasi pada pencapaian dan penguasaan kompetensi tertentu, oleh karena itu lembaga pendidikan Islam harus mempunyai sifat; (a) Multiprogram dan multistrata dan berorientasi pada tujuan perpektif dan kebutuhan deskriptif, (b) setiap program disusun dengan menggunakan prinsip pemaduan kompetitif kognitif, afektif, dan “akhlak” (c) Diversifikasi program ditata sesuai dengan kebutuhan yang nyata di dalam masyrakat yang berorientasi pada penampilan perilaku anak didik yang mempunyai rasa tanggung jawab
Agar penggunaan TIK lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metode pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi
a)      Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.
b)      Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
c)      Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
d)     Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.
e)      Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.

3.      sumber belajar by design merupakan sumber belajar yang dibuat secara sengaja yang dibuat untuk keperluan belajar. Contohnya :
a)      Penggunaan program powerpoint dalam proses pembelajaran PAI di kelas. Melalui proram tersebut, guru tinggal menulis poin-poin penting materi yang akan disampaikan. Agar lebih menarik.
b)      Menggunakan e-mail untuk mengumpulkan tugas dari peserta didik.
c)      Menggunakan mailing list untuk diskusi kelas yang diajarkan. Melalui mailing list guru dapat membuat grup atau kelompok sendiri, bisa berupa  satu kelas atau satu sekolah untuk berkomunikasi.
d)     Menggunakan web blog untuk pembelajaran di dalam atau luar kelas. Dibanding dengan fasilitas ICT, web blog lebih sempurna. Diantara kelebihannya adalah guru dapat menampilkan semua karya atau hasil pemikiran yang dimiliki. Webblog dapat digambarkan seperti surat kabar pribadi guru
Sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan digunakan untuk keperluan belajar. misalnya:
a)      Mengunjungi museum sesuai dengan materi (museum uang, museum sejarah atau museum hewan)
b)      Study tour mengunjungi gedung geologi, lembaga pemasyarakatan atau lembaga pemerintahan dll.
c)      Mengunjungi tempat ibadah, pasar, mal (tempat belanja)
d)     Mendatangkan tokoh untuk diskusi (polisi dan dokter membahas narkoba, anggota DPR membahas pemerintahan daerah dll)

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94