8/19/19

PEMBIASAAN DAN PENDIDIKAN ANAK DIDIK MENJADI IMAM SHALAT SEJAK DINI Dalam Perspektif Al-Qur'an, Hadis, Fikih, dan Pendidikan

Oleh Ahmad Fathullah, M.Pd.


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Shalat tidak hanya menjadi bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah سبحانه وتعالى, tetapi juga mengandung nilai pendidikan berupa kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepemimpinan.

Salah satu bentuk pelaksanaan shalat yang memiliki nilai pendidikan tinggi adalah shalat berjamaah. Dalam shalat berjamaah terdapat imam dan makmum. Imam tidak hanya berdiri di depan jamaah, tetapi juga bertanggung jawab memimpin pelaksanaan shalat sesuai dengan tuntunan syariat.

Oleh karena itu, kemampuan menjadi imam perlu dikenalkan dan dilatih kepada anak sejak dini. Anak didik tidak cukup hanya dibiasakan menjadi makmum, tetapi juga perlu diberikan kesempatan untuk belajar berdiri di depan, membaca Al-Qur'an dengan baik, memahami tata cara shalat, serta belajar bertanggung jawab terhadap jamaah.

Hal ini memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang 'Amr bin Salamah radhiyallahu 'anhu, yang menjadi imam ketika masih berusia enam atau tujuh tahun. Dalam riwayat tersebut, beliau menjadi imam karena memiliki hafalan Al-Qur'an yang baik.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ

Artinya:

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah orang yang paling baik bacaan Al-Qur'annya.”

HR. Muslim.

3/28/19

Bagaimana pendidikan dalam perspektif teori interaksionisme simbolisme ?

Teori Interaksionisme Simbolik
Inti pandangan pendekatan ini adalah individu. Para ahli di belakang perspektif ini mengatakan bahwa individu merupakan hal yang paling penting dalam konsep sosiologi. Teori ini beranggapan bahwa individu adalah obyek yang dapat secara langsung ditelaah dan dianalisis melalui interaksinya dengan individu yang lain.
Dalam perspektif ini dikenal nama sosiolog George Herbert Mead (1863–1931)

3/14/19

Bagaimana pendidikan dalam perspektif teori konflik teori sosiologi ?

Teori Konflik
Teori konflik berkembang sebagai counter terhadap fungsional struktural. Teori ini menganggap bahwa masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok dan golongan yang berbeda kepentingan. Konflik ini diharapkan mampu memper-teguh identitas. Sehingga dalam teori konflik dibutuhkan katup pengaman untuk mengamankan konflik tersebut.
Karl Marx dianggap sebagai orang yang paling banyak memberi sumbangsi dalam pengembangan teori sosial konflik. Teori konflik Karl Marx didasarkan pada pemilikan sarana-sarana produksi sebagai unsur pokok pemisahan kelas dalam masyarakat. Marx mengajukan konsepsi mendasar tentang masyarakat kelas dan perjuangannya. Marx tidak mendefinisikan kelas secara panjang lebar tetapi ia menunjukkan bahwa dalam masyarakat, pada abad ke- 19 di Eropa di mana dia hidup, terdiri dari kelas pemilik modal –borjuis– dan kelas pekerja miskin sebagai kelas proletar (Lukacs, 2010: 95-100 dan Umar, 1999: 43-51). Kedua kelas ini berada dalam suatu struktur sosial hirarkis, kaum borjuis melakukan eksploitasi terhadap kaum proletar dalam proses produksi. Eksploitasi ini akan terus berjalan selama kesadaran semu eksis –false consiousness– dalam diri proletar, yaitu berupa rasa menyerah diri, menerima keadaan apa adanya tetap terjaga.

3/6/19

Ke-Muhammadiyahan 8 PENILAIAN TENGAH SEMESTER GENAP

PENILAIAN TENGAH SEMESTER GENAP
                            SMP MUHAMMADIYAH 15 SURABAYA
TAHUN PELAJARAN 2018 – 2019

Mata Pelajaran     : Ke-Muhammadiyahan                     Waktu         : 60 menit
Kelas / Semester   : VIII / Genap                           Hari/Tanggal        :

I.          Berilah Tanda Silang (X) Huruf a, b, c, Atau d Pada Jawaban Yang Paling Benar!
1.  Secara bahasa, “kepribadian” berasal dari bahasa ....
a.   Peri abdi                                       c. pribadi
b.  peribadian                                    d. Peri-badi
2.  kepribadian muhammadiyah salah satu rumusan yang disahkan muktamar muhammadiyah yang ke- ....
a.     25                                                 c. 15
b.     35                                                 d. 45
3.  Sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dengan orang lain atau bangsa lain adalah ....
a.     matan                                           c. khithah
b.     kepribadian                                  d. identitas
4.  Partai yang tidak ikut dalam kabinet Nasionalis, Agama, Komunis, pada zaman presiden soekarno adalah ....
a.     Partai Sosialis Indonesia              c. Partai Nasional Indonesia
b.     Nahdlatul Ulama                          d. Partai Komunis Indonesia
5.  Sasaran dakwah muhammadiyah kepada orang yang belum islam disebut ....
a.     Umat Islam                                   c. Umat dakwah
b.     Umat Ijabah                                 d. Umat wasathon
6.  Sasaran dakwah muhammadiyah kepada orang islam disebut ....
a.     Umat dakwah                               c. Umat Ijabah
b.     Umat Islam                                   d. Umat wasathon
7.  Amar ma’ruf nahi munkar ialah ....
a.     Menyuruh berbuat baik saja        
b.     menyuruh berbuat baik dan mencegah keburukan
c.      Seruan/ajakan keburukan
d.     menyuruh berbuat keburukan dan mencegah kebaikan
8.  Muhammadiyah memberikan pedoman hidup yang islami kepada warganya dalam 4 urusan, yaitu ....
a.     akhlaq, aqidah, fiqih, ibadah        c. Aqidah, fiqih, ibadah, muamalah duniawi
b.     akhlaq, aqidah, ibadah, muamalah   d. etika, fiqih, ibadah, muamalah duniawi
9.  Amar ma’ruf nahi munkar dilakukan dengan cara yang ....
a.     Bijaksana                                     c. jahil
b.     Pilih-pilih                                     d. sesuka hati
10.  AUM singkatan dari ....
a.     Amal Usaha Muhammadiyah       c. Anggota Utusan Muhammadiyah
b.     Amalan Untuk Muhammadiyah   d. Amanah Umat Muhammad
11.  Kemajuan Muhammadiyah saat dipimpin KH. Ibrahim diantaranya ialah Fonds Dachlan yang bertujuan untuk ....
a.     Mensejahterakan masarakat         c. Membiayai sekolah untuk anak miskin
b.     Memajukan muhammadiyah        d. menyebar paham muhammadiyah
12.  KH. Ibrahim wafat pada usia ....
a.     56 tahun 1934                              c. 67 tahun 1934
b.     46 tahun 1934                              d. 59 tahun 1934
13.  Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ke tiga adalah ....
a.     KH. Amien Rais                           c. KH. Hisyam
b.     KH. Ibrahim                                 d. K.H. Mas Mansur
14.  K.H, Mas Mansur fasih dalam membaca Al-Quran. Dalam sehari dia membaca Al-Quran minimal ....
a.     1 halaman                                     c. 5 juz
b.     1 juz                                             d. 1 surat
15.  Ketua PP Muhammadiyah yang merumuskan muqaddimah Anggaran Dasar adalah ....
a.     KH. Ibrahim                                 c. Ki Bagus Hadikusumo
b.     KH. Mas Mansur                         d. KH. Hisyam
16.  Dua organisasi otonom yang berdiri pada masa KH. Ibrahim adalah ....
a.     Nasyiatul Aisyiyah dan IPM        c. Nasyiatul Aisyiyah&Pemuda Muhammadiyah
b.     IPM dan IMM                              d. Pemuda Muhammadiyah dan IMM
17.  Ki Bagus Hadikusumo menjadi ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun ....
a.     1944                                             c. 1968
b.     1985                                             d. 1994
18.  Hingga tahun 2010 lalu, Muhammadiyah setidaknya telah melakukan muktamar sebanyak ….
a.     43 kali                                          c. 45 kali
b.     46 kali                                          d. 47 kali
19.  Berikit ini adalah kota yang pernah dijadikan sebagai tempat Muktamar Muahammadiyah, kecuali ….
a.     Lampung                                      c. Bandung
b.     Makassar                                      d. Surabaya
20.  Tahayyul secara bahasa adalah ….
a.     dongeng                                        c. persangkaan
b.     reka-rekaan                                  d. khayalan

II.               Jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!

21.       Jelaskan arti dari istilah kepribadian !
22.       Jelaskan arti dari kalimat nun wal Qolami Wama Yas turun
23.       Sebutkan 3 sifat Organisasi Muhammadiyah yang telah kamu ketahui !
24.       Sebutkan unsur rumusan pedoman Muhammadiyah !
25.       Gambarlah struktur Organisasi Muhammadiyah

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94