6/30/16

PENYEMPURNA IMAN

Oleh : Marjuki Bengkari

Setiap muslim harus harus berusaha menyempurnakan iman ini sangat perlu demi mendekatkan diri pada Allah. Karena Allah akan memberikan penghargaan kepada orang yang imannya sempurna, iman itu tidak hanya diucapkan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi iman itu dalam perbuatan sehari-hari.
Di dalam prilaku hidup sehari-hari kita dapat menyempurnakan iman kita dalam berbagai hal sebagai  mana hadist Nabi saw.
 
من ا حب الله وابغض لله واعطى لله ومنع لله فقد استكمل الا ء يما ن
“barang siapa yang cinta karna Allah, benci karna Allah, memberi karna Allah, tidak memberi karna Allah maka dia telah sempurna imannya”
  
1. Cinta Karena Allah
Manusia boleh mencitai apapun dan siapapun juga, tetapi cintai lah semua iu karen Allah. Misalnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat , maka kita pun juga harus mencintainya meski pun sebenarnya kita tidak suka dengan oang tersebut. Cinta kepada ialah taat kepada Allah yaitu taat terhadap semua perintahnya dan cinta kepada Allah ialah selalu mengingat Allah disaat apapun.

Ini yang pelu kita tanamankan dlam kehidpan sehari-hari karena kebanyakan dikalangan masyarakat yang terjadi ialah mereka lebih mencintai harta benda mereka, istri dan anak-anak mereka dan urusan-urusan dunia mereka dari pada cintanya terhadap Allah SWT.

Sebagai cntoh misalnya oran yang lebih mementingkan orag-orang yang lebih mementingkan pekerjaan mereka, ketika azdan di kumandagkan mereka lebih mendahulukan pekerjaan mereka di bandingkan memenuhi panggilan Allah SWT.  Hall ini juga bisa membuat seseorang kufur terhadap nikmat Allah ,Mereka  semata mata menganggap bahwa harta yang mereka dapat bukan karena Allah tetapi kaena hasil kerjanya seniri .

Kita sebenarya sadar bahwa nafas yang kita hirup, harta yang kita dapat dan nikmat-nikmat yang lain yang kita dapat sebenarny karena atas kehendak Allah SWT. Apabila kita dapat menyikapi hal-hal semacam ini yang mungkin kita anggap sebagi hal yang sepeleh maka kita mampu menyempurnakan iman kita.
 
 
2. Benci Karena Allah
        Benci karena allah ialah membenci sesuatu yang memang Allah membencinya . misalnya Allah tidak suka orang-orang yang sombong maka kita pun harus membenci kesombongan itu.

        Sebagai orang-orang yang beriman kita harus membenci hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT. Kita tidak boleh menyukai hal-hal yang di benci oleh Allah SWT. Jika ada kebiasan-kebiasan kita yang dibenci oleh Allah SWT , maka segeralah kita tinggalkan kebiasan-kebiasan tersebut walaupun apa yang Allah benci itu yang benar-enar kita inginkan . contoh cinta seorang yang sukanya mencuri , berjudi, minum-minuman keras, berzina dan lain lain maka haruslah ia bersegerah untuk meninggakan ha-ha terebut karena itu sangat di benci oleh Allah SWT. Jika kita mampu untuk meningglkan hal-hal tersebut maka Insya Allah iman kita akan sempurna
 
3. Memberi karena Allah
Sebagai umat isalam yang beriman ,patutnya ia saling memberi . namun pemberian itu haruslah karena semata-mata ikhlas karena Allah SWT. 

Memberi karena Allah adalah pemberian yang didasari oleh keikhlasan hati  karena Allah dan memang allah SWT yang memerintahkan atau menganjukannya.
Misalnya Allah memrintahkan kita untuk memberikan nafkah kepada kedua orang tua  , anak yatim , orang miskin dan orang yag dalam perjaanan. Sebagaimana yang di terangkan dalam surat 2 ayat 215.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (Al-Baqarah :215)
 
  Maka kita harus memberikn nya , bukan karena ria tapi semata –mata niat karena Allah.  Jika kita dapat melaksanakan hal tersebut maka insyah Allah iman kita aka sempurna 
 
 
4. Tidak memberi karena Allah
   Tidak memberi karena Allah ialah tidak memberi sesuatu karena memang Allah tidak membenarkannya .

   Bagi umat islam yang suka memberi ( berinfak ) harus paham akan hal ini  gar infak yang kita berikan memng betul-betul dijalan Allah . terkadang orang memberi infak  tetapi dia sendiri tidak tahu bahwa apa yang diinfakannya itu betul-betul dijalan Allah atau tidak .

       Dapat kita ambil contoh misalnya kita memberikan sesuatu (uang) kepada orang-orang yang suka berjudi, suka minum-minuman keras. Hal ini sebenarnya tidak boleh dilakukan walaupun kita mempunyai uang lantas tidak boleh memberikannya.

     Dari penjelasan beberapa hal di atas dapat kita ambi kesimpulan bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini semata-mata karna Allah; semata-mata karna iman kita pada Allah SWT , karna iman itu sangat penting bagi umat islam, maka kita (umat islam) harus menjaga iman kita dengan berbuat amal-amal yang sholeh sebagai mana di jelaskan dalam surat AL-ash

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.
 
1).Demi masa. (2)Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,(3)kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran 


@-Sekian-@

6/23/16

MASA TIGA KERAJAAN BESAR (1500 – 1800)

Setelah khilafah Abbasiyah di baghdad runtuh akibat serangan – serangan tentara mongol, kekuatan politik islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaannya tercabik – cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain bahkan saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa mongol itu. Namun, kemalangan tidak berhenti sampai di situ. Timur Lenk, sebagaimana telah disebut, menghancurkan pusat – pusat kekuasaan islam yang lain.

Keadaan politik umat islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar. Usmani di turki, Mughal di India, dan Safawi di Persia. Kerajaan Usmani, disamping yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya.


A. KERAJAAN USMANI

Pendiri kerajaan Usmani ini adalah bangsa Turki dari kabilah oghuz yang mendalami daerah mongol dan daerah utara negeri cina. Bangsa Turki masuk Islam sekitar pada abad kesembilan atau kesepuluh. Ketika mereka (Bangsa Turki) menetap di Asia Tengah. Di bawa tekanan serangan – serangan mongol pada abad ke 13 M, mereka (Bangsa Turki) melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah – tengah saudara – saudara mereka, orang Turki Seljuk, di dataran tinggi asia kecil. Di sana di bawa pimpinan Ertoghrul, mereka (Bangsa Turki) mengabdikan diri mereka kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan Bangsa Turki Sultan Alauddin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu, mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai Ibu Kota.


Ertoghrul meninggal dunia pada tahun 1289 M. Maka kepemimpinannya digantikan oleh putranya, yaitu Usman. Putra Ertoghrul inilah yang di anggap sebagai pendidri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290 M sampai 1326 M. Sebagai mana Ayahnya, ia banyak berjasa pada Sultan Alauddin II, dengan keberhasilannya menduduki benteng – benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk dan akhirnya Sultan Alauddi terbunuh. Kerajaan Seljuk Rum terpecah belah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak saat itulah kerajaan Ustmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Ustman yang sering disebut juga Ustman I.


Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai padisyah Usman (raja besar keluarga Ustman) tahun 699 H (1300 M), setapak demi setapak wilayah kejaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa pemerintahan Orkhan (726 H –761 H / 1326 – 1359) kerajaan Turki Usmani dapat menaklukkan Azmir (Smirna) pada tahun 1327 M, Thawasyanli (1330 M), Uskandar (1338), Ankara (1354), dan Gallipoli (1356 M). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Ustmani.


Ketika Murad I perngganti Orkhan, berkuasa (761 – 789/1359 – 1389), selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerah ke Benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adrianopel, yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaan yang baru. Karena merasa cemas terhadap kemajuan yang di lakukan kerajaan Ustmani di kawasan Eropa, maka, Paus mengobarkan semangat perang. Pada akhirnya sejumlah besar tentara sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Ustmani, yang dipimpin oleh Sijisman, Raja Hongaria. Namun, Sultan Bayazid I (1389 – 1403), pengganti Murad I, dapat menaklukkan pasukan sekutu keristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan sejarah yang sangat gemilang bagi umat Islam.


Pada tahun 1402 M, tentara mongol melakukan penyerangan ke Asia kecil, yang menyebabkan tentara Turki Usmani mengalami kekalahan. Bayazid dan putranya, Musa tertawan dan wafat dalam tawanan pada tahun 1403 M.


Kekalahan Bayazid I di ankara itu mengakibatkan buruk bagi Turki Ustmani. Penguasa – penguasa Seljuk di Asia kecil melepaskan diri dari Turki Ustmani. Wilayah – wilayah Serbia dan Bulgaria juga memploklamirkan kemerdekaan. Kemudian putra – putra Bayazid saling berebut kekusasaan. Suasana buruk ini berakhir setelah Sultan Muhammad I (1403 – 1421), dapat mengatasinya. Sultan Muhammad I berusaha keras menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan, seperti sediakala.


Tahun 1405 Timur Lenk meninggal dunia. Kesultanan Mongol dan di bagi – bagi kepada putra – putranya yang satu samalain saling berselisih. Kondisi seperti ini akhirnya di manfaatkan oleh Penguasa Turki Ustmani (Sultan Muhammad I), untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol. Pada saat seperti ini juga terjadi perselisihan antara putra – putra Bayazid (Muhammad, Isa, dan Sulaiman), setelah sepuluh tahun perebutan kekuasaan terjadi, akhirnya Muhammad berhasil mengalahkan saudara – saudaranya. Usaha muhammad yang pertama kali adalah perbaikan dan meletakkan dasar – dasar keamanan dalam negeri. Usahanya di teruskan oleh Murad II (1421 – 1451 M), sehingga Turki Ustmani mencapai puncak kemajuan pada masa Muhammad II atau biasa disebut Muhammad Al – Fatih (1451 – 1484).

Pada tahun 1453 M, Sultan Muhammad Al – Fatih dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel. Konstantinopel ini benteng pertahanan kerajaan Bizantium, karna sudah ditaklukkan, maka, dengan mudahnya Turki Ustmani mengekspansi ke benua Eropa. Ketika Sultan Salim I (1512 -- 1520), naik tahta, ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukkan Persia, Syiria, dan dinasti Mamalik di Mesir. Usahanya dikembangkan oleh Sultan Salim Al – Qanuni (1520 – 1566 M.), ia mengekspansinya ke wilayah yang berada di sekitar Turki Ustmani. Kemudian ia berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Paul Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian luasnya wilayah Turki Ustmani pada masa Sultan Salim Al – Qanuni mencangkup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia, Mesir, Libia, Yugoslavia, Albania, Hongaria, Rumania di Eropa.

Kemajua dan perkembangan ekspansi kerajaan Turki Ustmani yang demikian luas dan berlangsung dengan cepat itu diikuti pula oleh kemajuan – kemajuan dalam bidang – bidang kehidupan yang lain. Yang terpenting ialah :

1. Bidang Kemiliteran dan Pemerintaha

para pemimpin kerajaan Ustmani pada masa – masa awal adalah orang – orang yang kuat, sehingga kerajaan dapat melakukan ekspansi dengan cepat. Faktor kemajuan kerajaan Ustmani mencapai masa keemasannya bukan karena unggul dalam hal politik pemimpinnya, melainkan banyak faktor tetapi yang terpenting ialah karena keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang sanggup bertempur kapanpun dan dimanapun.

Kekuatan militer yang sudah besar terorganisasi dengan baik dan teratur ketikan kontak senjata dengan Eropa. Pengorganisasian yang baik, taktik dan strategis tempur militer Ustmani berlangsung tanpa halangan. Namun kesadaran prajuritnya menurun. Mreka merasa dirinya sebagai pemimpin – pemimpin yang berhak menerima gaji. Tetapi keadaan itu bisa di atasi oleh Orkhan dengan cara perombakan besar dalam tubuh militer.

Setelah perombakan yang dilakukan Orkhan dalam bentuk mutasi personel – personel pemimpin dan perombakan dalam anggota, bahkan anak – anak kristen yang masih kecil diasramakan dan di bimbing dalam suasana islami untuk dijadikan prajurid. Sehingga memunculkan kelompok militer baru yang di sebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah paling kuat dalam menaklukkan neraga – negara non – Muslim.

Disamping Jenissari ada juga kelompok militer Thaujiah dari kaum feodal yang di kirim kepada pemerintah pusat. Angkatan laut juga mempunyai peran yang besar dalam melakukan ekspansi Turki Ustmani. Angkatan laut Turki Ustmani mencapai kejayaan pada abad ke 16. Tentara Turki Ustmani yang tangguh itu dengan cepat dapat menguasai wilayah yang amat luas, baik di Asia, Afrika, maupun Eropa. Faktuor utama kemajuan di lapangan kemiliteran ini ialah tabiat bangsa turki sendiri yang bersifat militer, berdisiplin, dan patuh pada peraturan, mereka mewarisi dari sifat nenek moyangnya di Asia Tenggara.

Untuk mengatur pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I, disusun Undang – undang (qanun) yang di beri nama Multaqa Al – Abhur, yang menjadi pegangan hukum kerajaan Turki Ustmani sampai datangnya reformasi pada abad ke 19. Karena sangan berjasa maka nama Sultan Sulaiman I ditambah gelar al – Qanuni.

2. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya

Kebudayaan Turki Ustmani diantara ialah Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka mengambil pelajaran tentang etika dan tata krama dalam istana raja – raja. Kebudayaan Bizantium, mereka mengambil pelajaran tentang organisasi pemerintahan dan kemiliteran. Sedangkan dari Arab mereka mengambil pelajaran tentang prinsip – prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuan, dan huruf. Orang Turki Ustmani memang di kenal sebagai bangsa yang muda berasimilasi dengan bangsa asing, dan terbuka untuk menerima kebudayaan. Hal ini mungkin dikarenakan miskin budaya. Bagaimanapun, sebelum mereka adalah orang nomad yang hidup di dataran Asia Tengah.

Sebagai negara militer, turki Ustmani lebih condong pada kegiatan dalam kemiliteran dari pada ilmu pengetahuan. Pada masa Sulaiman, di kota – kota besar dan kota – kota lainnya banyak dibangun masjid, sekolah,rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, vila, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa 235 buah dari bangun itu di kordinasi oleh Sinan, seorang arsitek asal Anatolia..

3. Bidang Keagamaan

Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peran besar dalam masalah sosial dan politik. Dan kerajaan sendiri sangat terikat dengan syariat islam sehingga, fatwa Ulama’ menjadi hukum yang berlaku.

Pada masa Turki Ustmani, tarekat juga berkembang terutama, Bektasyi dan Maulawi. Kedua Tarekat ini sangat di anut oleh kalangan sipil dan militer. Tarekat Bektasyi mempunyai pengaruh besar dikalangan tentara Jenissari, sehingga mereka sering di sebut Tentara Bektasyi. Sementara tarekat Maulawi mendapat dukungan dari para penguasa dalam mengimbangi Jenissari Bektasyi.

Kajian ilmu agama boleh dikatakan tidak mengalami perkembangan yang berarti, Ulama’ hanya suka menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya masa klasik.

Bagaimanapun, kerajaan Turki Ustmani banyak berjasa, terutama dalam perluasan wilayah kekuasaan ke benua Eropa. Ekspansi kerajaan ini pertama kalinya lebih banyak ditujukan ke Eropa Timur yang belum masuk dalam wilayah kekuasaan dan agama islam. Akan tetapi, karena dalam bidang peradaban dan kebudayaan, kecuali dalam hal – hal yang bersifat fisik perkembangannya dibawah kemajuan politik, maka, negeri – negeri dan juga masyarakatnya yang sudah ditaklukan akhirnya melepaskan diri dari kekuasaan pusat, dan tidak banyak yang memeluk agama Islam.


B. KERAJAAN SAFAWI DI PERSIA

Ketika kerajaan Ustmani sudah mencapai puncak kemajuannya, kerajaan Safawi di Persia baru berdiri. Kerajaan ini berkembang dengan cepat. Dalam perkembangannya, kerajaan safawi sering berontak dengan kerajaan Turki Ustmani.

Kerajaan safawi menyatakan, syi’ah sebagai madzhab negara. Kerajaan ini dapat di anggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya negara Iran dewasa ini.

Kerajaan safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini di berinama Tarekat Safawiyah, yang berdiri hampir sama dengan berdirinya kerajaan Ustman. Nama safawiyah, diambil dari nama pendirinya yaitu Safi Al – Din (1252 – 1334) dan nama safawi itu terus dipertahankan sampai tarekat ini menjadi gerakan politik. Bahkah sampai menjadi kerajaan.

Safi Al – Din berasal dari keturunan orang yang berada dan memilih sufi sebagai jalan hidupnya. Ia keturunan dari Imam Syi’ah yang ke enam, Musa Al – Kazhim.

Pada mulanya gerakan tasawuf Safawi bertujuan memerangi orang – orang ingkar, kemudian memerangi golongan ahli – ahli bid’ah.

Pada masa kekuasaan Abbas I raja Safawi yang kelima, ini merupakan puncak kejayaan kerajaan Safawi. Secara politik, ia mampu mengatasi berbagai kemelut (keadaan yang berbahaya) di dalam negeri yang mengganggu stabilitas negara dan berhasil merebut kembali wilayah – wilayah yang pernah direbut oleh kerajaan yang lain pada masa raja – raja sebelumnya.

Kemajuan yang di capai kerajaan Safawi tidak hanya terbatas di bidang politik saja, kemajuan – kemajuan itu antara lain adalah :

1. Bidang Ekonomi

Pada masa Abbas I ternyata stabilitas politik telah memacu perkembangan perekonomian Safawi, lebih lagi setelah kepulauan Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumrun di ubah menjadi Bandara Abbas. Disamping sektor perdagangan, kerajaan Safawi mengalami sektor pertanian terutama di daerah bulan sabit subur.

2. Bidang Ilmu Pengetahuan

Dalam sejarah Islam bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila pada masa kerajaan Safawi tradisi keilmuan ini terus berlanjut.

Ada beberapa ilmuan yang selalu hadir di masjid istana yaitu : Baha Al – Din Al – Syaerazi ; generalis ilmu pengetahuan, Sadar Al – Din Al – Syaerazi ; filosof, dan Muhammad Baqir Ibn Muhammad Damad ; filosof, ahli sejarah, teolog. Dalam bidang ini, kerajaan Safawi mungkin dapat dikatakan lebih berhasil dari dua kerajaan besar Islam lainnya pada masa yang sama.

3. Bidang Pembangunan Fisik dan Seni

Kerajaan ini telah berhasil menciptakan Isfahan, Ibu Kota kerajaan, menjadi kota yang sangat indah. Di kota ini telah berdiri bangunan – bangunan besar dan indah, seperti masjid – masjid, rumah – rumah sakit, sekolah – sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan istana Chihil Sutun. Ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat 162 masjid, 48 akademik, 1802 penginapan, dan 273 pemandian umum.

Demikianlah kemajuan yang dicapai oleh kerajaan Safawi. Kerajaan ini menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar Islam yang di segani oleh lawan – lawannya, terutama dalam bidang politik dan militer. Kerajaan ini juga telah memberikan kontribusinya mengisi peradaban islam melalui kemajuan – kemajuan dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, peninggalan seni, dan gedung – gedung bersejarah.


C. KERAJAAN MUGHAL DI INDIA

Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan Safawi, jadi, diantara tiga kerajaan besar Islam tersebut, kerajaan inilah yang termudah. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di india. Awal kekuasaan Islam di India terjadi pada masa Khalifah Al – Walid, dari dinasti Bani Umayyah.

kerajaan Mughal di india dengan Delhi sebagai ibu kota, didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482 – 1530), salah satu dari cucu Timur Lenk, ayahnya bernama Umar Mirza.

Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika umur 11 tahun. Ia berambisi dan bertekad akan menaklukan Samarkand. Ketika akan menaklukkan Samarkand, ia mengalami kekalahan. Tetapi karena mendapat bantuan dari Raja Safawi, Ismail I, akhirnya berhasil menaklukkan Samarkand tahun 1494 M.

Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibu kota Afganistan. Setelah Kabul dapa ditaklukkan, Babur meneruskan ekspansinya ke India. Ketika penguasa India, Ibrahim Lodi, mengalami krisis, sehingga stabilan pemerintah menjadi kacau, dan akhirnya meminta bantuan pada Babur untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim di Delhi. Permohonan itu langsung diterimanya. Pada tanggal 21 April 1526 M, terjadilah perang yang dahsat di Panipat. Ibrahim beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana. Dengan demikian berdirilah kerajaan Mughal di India.

Ketika Zahiruddin Babur wafat usia 48 pada tahun 1530 M, ia memerintah selama 30 tahun, lalu pemerintahan selanjutnya di pegang oleh Humayun, putra sulungnya. Sepanjang kekuasaannya selama 9 tahun, ia senantiasa berperang melawan musuh. Diantara tantangan yang muncul adalah : pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari Delhi. Pemberontakan ini dapat dipadamkan, Bahadur melarikan diri dan Gurajat dapat di kuasai kembali. Pada tahun 1540 M, terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kanauj. Dalam pertempuran ini Humayun mengalami kekalahan. Ia terpaksa lari ke Kandahar dan lanjut ke Persia. Di Persia ia menyusun strategi. Kemudian, ia menyerang musuh – musuhnya dengan bantuan raja Persia, Tahmasp. Humayun dapat mengalahkan Sher Khan Shah setelah hampir 15 tahun berkelana meninggalkan Delhi. Ia kembali ke India dan menduduki tahta kerajaan Mughal pada tahun 1555 M setelah itu ia wafat pada tahun 1556 M. Ia wafat karena terjatuh dari tangga perpustakaannya, Din Panah.

Kemudian diteruskan oleh anaknya, yaitu Akbar, yang berusia 14 tahun. Karena ia masih muda, maka, kerajaan diserahkan pada Bairam Khan, seorang Syi’i. Pada masa Akbar inilah kerajaan Mughal mencapai keemasannya.


D. PERBEDAAN KEMAJUAN MASA INI DENGAN MASA KLASIK

Pada masa kejayaan tiga kerajaan bersar ini, umat Islam kembali mengalami kemajuan. Akan tetapi, kemajuan yang dicapai berbeda dengan kemajuan yang di capai pada masa klasik Islam. Kemajuan pada masa klasik islam jauh lebih kompleks. Dalam bidang ilmu keagamaan, umat Islam sudah mulai bertaqlid pada imam – imam besar yang lahir pada masa klasik Islam. Kalaupun ada mujtahid, maka, ijtihad yang dilakukan adalah Ijtihad fi Al – Mazhab, yaitu ijtihad yang masih berada dalam batas – batas mazhab tertentu. Tidak ada lagi ijtihad mutlak, hasil pemikiran bebas yang mandiri.

Ada beberapa alasan mengapa kemajuan yang di capai tidak setingkat dengan kemajuan yang di capai pada masa klasik, antara lain ialah :

1. Metode berfikir dalam bidang teologi yang berkembang pada masa ini adalah metode berfikir tradisional.

2. Pada masa klasik Islam, kebebasan berfikir berkembang dengan masuknya pemikiran filsafat Yunani. Namun, kebebasan tersebut menurun sejak Al – Ghazali melontarkan kirtikan tajamnya terhadap pemikiran filsafat yang tertuang dalam bukunya Tahafut al – falasifah (kekacauan pada Filosofis). Nurcholish Majid mengatakan, pemikiran Al – Ghazali itu mempunyai efek pemenjaraan kreatifitas intelektual Islam.

3. Sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran yang disediakan masa klasik, seperti perpustakaan dan karya – karya ilmiah, baik yang di terjemahkan dari baahasa Yunani, Persia, India, Syiria maupun bahasa lainnya banyak yang hancur dan hilang akibat serangan bangsa Mongol kebeberapa pusat peradaban dan kebudayaan Islam.

4. Pusan – pusat kekuasaan Islam pada masa ini tidak berada di wilayah Arab dan tidak pula oleh bangsa Arab. Di Safawi berkembang bahasa Persia, di Turki bahasa Turki, di India bahasa Urdu. Akibatnya, bahasa Arab yang sudah merupakan bahasa persatuan dan bahasa ilmiah pada masa sebelumnya tidak berkembang lagi dan bahkan menurun.

6/17/16

IKLAS, BENTENG YANG TAK TERTEMBUS

Oleh : Subairi
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ . إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis berkata: “ya tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan jadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di uka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka” (QS.AL-Hijr :39-40)

Ketika iblis di kutuk Tuhan dan di usir dari sorga, Al-qur’an menceritakan dialog antara iblis dengan tuhan

“keluarlah kamu dari sorga, sungguh kamu terkutuk. Dan kutukan itu akan berlaku hingga hari kiamat ’’

Kata Tuhan

“ya Tuhanku, kalau begitu beri tangguhlahlah aku sampai hari nanti ketika manusia di bangkitkan “, pinta iblis .maksudnya iblis minta siksa padairinya d tangguhkan dulu sampai hari bangkit.

“Baik, kamu di beri penangguhan sampai waktu tertentu “,

“tuhanku karena engkau telah memutuskan aku sesat, maka akan aku jadikan(kejahatan) tampak indah bagimereka (penghuni) bumi dan akan aku sesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hambamu yang ikhlas di antara mereka”, kata blis

Tekad iblis ini di ulang lagi dalam al-qur’an surat shad(38) ayat 82-83. Iblis bertekat menyeret manusia kedalam kesesatan. Setiap kamaksiatan akan di buat nampak indah sehingga manusia mudah tergiur . namun sekali lagi iblis mengakui ada satu kelompok yang mereka tidak sanggup untuk menyeretnya yaitu kelompok mukhlisin,orang-orang yang ikhlas.

Setiap kelompok sanggup dia prdayakan sehingga tersesat.orang pandai sanggup dia sesatkan,orang kaya sanggup dia sesatkan,orang miskin,orang kaya,orang desa, orang kot ,orang alim, apa lagi orang yang bodoh, mereka sanggup menyesatkan mereka semua, kecuali orangyang ikhlas .hanya pada kelompok ini iblis tidak berdaya.

Siapakah orang ikhlas yang hebat ini?

Ikhlas ada di hati tak seorangpun dapat menebaknya .hanya Allah dan orang itu yang tau .ikhlas tidak bisa di lihat dari penampilan saja. Orang yang berpenampilan ihlas bisa saja sedang menyimpan udang di bali batu.

Demikian pintarnya dia menyembunyikan sehingga orang lain tak tau lalu terpesona.

Seoran pahlawan yang mati di medan perang di elu-elukan orang.ternyata di sisi tuhan dia berjuang hanya ingin di puji sebagai seorang pemberani ,maka hilang semua pahala perjuangannya.seorang hartawan menyumbang banyak uang .di mata tuhan di ketahui tak lebih dari orang yang ingin di puji sebagai dermawan.maka semua bantuan itu tidak menghasilkan kebaikan apa-apa di sisi tuhan.seorang pandai banyak menyumbangkan ilmunya kepada masyarakat . ternyata dia hanya ingin dikagumi sebagai ilmuan besar , maka kebaikannya tidak ber arti apa-apa di sisi tuhan.

Keikhlasan adalah roh setiap perbuatan. Dia tidak membutuhkan pernyataan apapun dari pelakunya , yang paling nyaring menyatakan ikhlas melakukan sesuatu jangan-jangan justru paling tidak ikhlas.

Ikhlas memang tersembunyi di hati tetapi ada pendapat yang mengarungi tanda-tanda ikhlas.”Dalam buku kuantum ikhlas” Erbe sentanu menyebut komponin ikhlas meliputi sikap syukur ,saba,fokus,tenang dan bahagia. Pendapat lain menyebut unsur ikhlas terdiri atas gembira,sabar.syukur dan cinta.kita mungkin bisa menggunakan sebagai ancar-ancar untuk diri kita sendiri

Pertama: gembira,orang yang ikhlas ssuatu dangan dengan gembira.penyumbang yang ikhlas memberikan bantuan dengan hati gembira,bukan dengan terpaksa.dia gembira karena bisa memberikan kegembiraan pada orang lain.seorang guru yang ikhlas mengajar muridnya dengan hati gembra.seorang karyawan mengerjaka pekerjaan dengan gembira,seorang perawat merawat pasien dengn gembira,tidak dengan hati jengkel.seorang anak yang berbakti kepada orang tua dengan ikhlas,hatinya gembira ketika dapat membuat hati orang tuanya senang.tu di lakukan bukan karena terpaksa atau sekedar kepantasan sebagai kewajiban sebagai anak,.

Apakah anda gembira atas kedatangan tamu anda? Kalau ya,itu salah satu tanda anda menerima tamu itu dengan ikhlas.tetapi jika didalam hati anda ingin tamu itu segera pulang,maka sesungguhnya hati anda belum sepenuhnya ikhlas atas ke hadrannya.

Yang perlu di ingat bahwa ikhlas itu hanya berkaitan dengan kebaikan,dengan ketaatan kepada Allah swt.tidak berkaitan dengan pelanggaran,tidak ada istilah ikhlas dalam kemaksiatan.jika seseorang enyumbangkan untuk membeli minuman keras dengan perasaan gembira,maka perbuatan dan sika itu tidak termasuk ikhlas karena masiat.

Kedua: Syukur.seorang yang ikhlas selalu bersyukur teradap keadaan dirinya. Dia bisa menikmati apa yang ada pada dirinya. Kita berhenti sejena menikmati usia yang kita miliki.sementara orang-orang yang sebaya dengan kita sudah banyak yang wafat,kita masih punya kesempatan utk memperbanyak kebaikan dan memohon ampunan. Kita menyukuri kemurahan tuhan ini dengan sepenuh hati.

Dia menikmati karunia kesehatan.tangannya masih bisa mngepal dengan kuat.telinganya masih bisa mendengarkan lagu.,lidah nya masih bisa fasih berbicara.sementara kawan sebaya banyak yang terbaring sakit.ada yang stroke tak berdaya,tangan atau akinya lumpuh,lidahnya pelo tak jelas aa yang di ucapkan.dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk dirinya sendiri apa lagi untuk orang lain.Dia menjadi beban keluarga .bersyukur adalah erhenti sejenak untuk menikmati apa yang kit miliki ,bukan berfikir apa yang kita inginkan.orang yang bersyukur demikian akan memudahkan hatnya untuk berlaku ikhlas.

Setan ini melumpuhkan semangat ikhlas dengan jalan menghilangkan rasa syukur,karena itu yang ingin di hancurkan setan lebih dahulu dari manusia adalah rasa syukur,jika rasa syukur telah sirna, maka sulit bagi manusia untuk bisa ikhlas.inilah tekad setan menghancurkan rasa syukur . sebagai mana di ceritakan al-qur’an.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“setan berkata:”karena engkau menghukum aku tersesat ,maka aku akan selalu merintangi mereka(manusia) dari jalanMu yang lurus.aku akan mendatangi mereka dari depan,dari belakang,dari kanan dan dari iri mereka,dan tidak kau dapati kebanyakan dari mereka mau bersyukur.” QS.Al-a’raf(7):16-17.
--Wallahu a'lam--

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94