6/2/25

Teori Sistem : pokok pembahasan teori, tokoh dan implikasi dalam praktik pekerjaan sosial



 Oleh : Ahmad Fathullah

Pokok Pembahasan Teori

Teori Sistem (Systems Theory) merupakan pendekatan interdisipliner yang memandang individu bukan sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari sistem yang lebih luas, seperti keluarga, kelompok, organisasi, dan masyarakat. Dalam konteks pekerjaan sosial, teori ini menekankan pentingnya memahami hubungan timbal balik antara individu dan lingkungannya.

TEORI BELAJAR SOSIAL: POKOK PEMBAHASAN, TOKOH, DAN IMPLIKASINYA DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL


 Oleh : Ahmad Fathullah

Pendahuluan

Dalam praktik pekerjaan sosial, pemahaman terhadap perilaku manusia sangat krusial untuk merancang intervensi yang efektif. Salah satu teori yang relevan dalam memahami dinamika perilaku individu dalam konteks sosial adalah Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory). Teori ini menjelaskan bagaimana individu belajar melalui pengamatan terhadap lingkungan sosialnya dan bagaimana perilaku ditiru dari model-model yang ada di sekitarnya. Dalam konteks ini, pekerja sosial memegang peran penting sebagai fasilitator pembelajaran sosial, khususnya dalam pembentukan perilaku positif.

Pokok Pembahasan Teori Belajar Sosial

Teori Belajar Sosial menekankan bahwa perilaku manusia diperoleh tidak semata-mata melalui pengalaman langsung, melainkan melalui proses observasi, imitasi, dan modeling. Konsep ini bertolak belakang dengan teori behavioristik murni yang menekankan pada stimulus-respons dan penguatan. Dalam pandangan belajar sosial, individu belajar dengan mengamati orang lain dan menginternalisasi konsekuensi dari perilaku tersebut—baik berupa penguatan (reinforcement) maupun hukuman (punishment).

Peran Pekerja Sosial dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial di Indonesia


Penulis: 
Ahmad Fathullah, M.Pd. 

LKSA Muhammadiyah Semampir, Surabaya


Abstrak

Pekerja sosial merupakan salah satu unsur penting dalam sistem kesejahteraan sosial di Indonesia. Mereka berperan sebagai pendamping, advokat, fasilitator, hingga agen perubahan sosial dalam upaya meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok rentan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dan praktis peran pekerja sosial dalam konteks pembangunan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerja sosial memegang peranan strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan kebijakan negara, khususnya dalam layanan terhadap anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas, serta korban kekerasan dan bencana. Penguatan kapasitas, legalitas profesi, dan dukungan kebijakan menjadi kunci optimalisasi peran mereka ke depan.

Kata Kunci: pekerja sosial, kesejahteraan sosial, profesi, layanan sosial, kebijakan sosial

6/1/25

Pancasila dan Peran Vital Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Oleh: Ahmad Fathullah

Pendahuluan

Tanggal 1 Juni 2025 kembali menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia. Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada generasi muda agar tidak hanya memahami Pancasila sebagai hafalan, melainkan menjadikannya sebagai prinsip hidup yang nyata dalam keseharian. Pesan ini mencerminkan urgensi menghidupkan kembali nilai-nilai dasar negara di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

About

Ahmad Fathullah, M.Pd
No.Hp : wa.me/6282143358433 (SMS/WA)
Alamat : Jl. Bulak Sari 1/59 Surabaya
Email : ad.fathullah@gmail.com
Fb : ahmad.fathullah.10
IG : a.fathullah94